Pondok Aren, bidiktangsel.com – Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menerbitkan himbuan terkait pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) atau virus Corona, Selasa (17/3-2020).

Kepala Dindikbud Kota Tangsel, Drs. Taryono, M.Si menghimbau terkait Pencegahan COVID-19 sesuai himbauan Mendikbud dan persetujuan serta arahan Walikota Tangerang Selatan tentang Pencegahan COVID-19, ini adalah panduan dalam menghadapi penyakit tersebut di tingkat satuan pendidikan.

Dalam imbauannya, ia menginstruksikan Kepala Sekolah dan guru melaksanakan tugas dari rumah, Pastikan tugas dan layanan pembelajaran bisa berlangsung sesuai jadwal pelajaran pada hari itu.

Baca Juga :  Rendang Padang Makanan Khas Saat Lebaran

“Lakukan Pemberian tugas, pendampingan, dan pemantauan pembelajaran jarak jauh melalui berbagai media seperti Video Call, WhatApps, Google Classroom dan sebagainya,” kata Drs. Taryono dalam himbauan tersebut.

Sementara itu, saat dihubungi bidiktangsel.com Kepala Sekolah SDN Pondok Kacang Barat 03, Narsum, S.Pd mengatakan bahwa yang disekolah guru memberikan tugas kepada anak siswa melalui Group WhatApps (WAG) orang tua di masing-masing kelas.

“Tugas-tugas guru berikan sesuai dengan materi pelajaran di hari itu. Misalnya hari ini jadwalnya apa dan materinya apa? Nah guru memberikan tugas. Instruksi jelas dan tujuan pembelajarannya juga jelas, disampaikan melalui WA tadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Wakil Walikota Tangerang Lantik 293 Pejabat Fungsional

Menurutnya bila ada yang tidak dipahami, anak bisa menanyakan langsung ke gurunya via WA atau Video Call, dan Guru wajib melayani mereka untuk memastikan si anak belajar di rumah.

“Feedbacknya adalah disamping pengumpulan tugas, orang tua juga wajib mengirimkan foto anaknya yang sedang belajar. Pengumpulan tugas, nanti pada waktu masuk sekolah, anak-anak mengumpulkan tugas sesuai hari dan tanggal guru memberikan tugas,” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadilah Atlit Yang Berprestasi Dan Membanggakan Kota Tangsel

Ia juga menjelaskan, Kenapa tidak online? Hal ini dikarenakan keterbatasan kemampuan orang tua dalam penguasaan IT. Kalau di sekolah swasta yang menengah ke atas mungkin bisa. Tapi kalau di negeri kemungkinan sebagian besar kemampuan nya terbatas.

“Tapi kalau orang tua yang memeliki kamampuan, dipersilahkan belajar mandiri dan banyak aplikasi yang digratiskan. Seperti ruang guru, rumah belajar dll.,” pungkasnya. (IsOne)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.