Purworejo, bidiktangsel.com – Banyak cara dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid 19 , Salah satunya dengan menghim-bau para pemudik yang merantau di kota kota besar berstatus zona merah , untuk tidak pulang kampong sementara waktu, Hingga Covid 19 dapat teratasi.

Uniknya, Agar para pemudik mengurung kan niatnya pulang kampong. Kepala desa Pogung juru tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah, menyambangi rumah para pemudik yang sudah terlanjur pulang kampung dengan ditemani sesosok Pocong.

Kontan, Rasa kaget bercampur takutpun hinggap seketika begitu hantu jadi jadian itu muncul . Dengan pendekatan humanis , Kepala desa meminta para pemudik yang sudah terlanjur pulang kampung agar memberitahu kerabat dan teman diperan- tauan agar tidak mudik dahulu, karena resiko terburuk ketika terpapar virus Corona adalah kematian, yang dianalogi kan berwujud Pocong.

Langkah antisipatif itu, langsung akan diteruskan para pemudik yang sudah berada di desa untuk memperingati warga atau setempat yang masih merantau untuk tidak pulang kampung dahulu. Setidaknya, agar penyebarannya virus Corona bisa dicegah.

“Sempat kaget, pak Kades tiba-tiba datang bersama Pocong. Saya pemudik yang pagi tadi saja pulang dari Jakarta, diminta pak Kades untuk memperingati warga yang belum mudik untuk tidak pulang kampong, supaya mencegah penyebaran Corona,“ ujar Sugeng, salah seorang pemudik yang nekad pulang kampung ditengah pandemi virus Corona.

Usai menyambangi para pemudik yang telah nekad pulang kampong, sosok pocong yang merupakan pemuda setempat yang didandani ala pocong, ditempatkan di pintu posko Covid-19 desa setempat, untuk melakukan penjagaan termasuk memeriksa pemudik atau orang asing yang masuk ke desa. Makna sosok Pocong adalah untuk mengingatkan kita semua pada kematian, sebagai resiko terakhir jika terpapar virus yang mematikan tersebut.

“Sampai Rabu dini hari ini saja ( 02/4 ) , Sudah ada 50 perantau yang sudah mudik. Saya hanya menghimbau mereka tidak pulang kampng dahulu sementara waktu. Kasihan keluarga dan warga lainnya kalau sampai tertular. Pemdik yang nekad pulang kampong kami minta mengisolasi diri secara madiri selama 2 pekan, “ tegas Kepala Desa Pogung Juru Tengah, Slamat Purwadi .

Media Pocong ini sengaja digunakan bukan untuk menakukut nakuti warga . Hanya untuk mengingatkan warga dan orang sekitar, bahwa saat ini kita tengah berperang membasmi Wabah Covid-19 tengah melanda hampir di seluruh dunia. ( Fer )

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.