Tangerang, bidiktangsel.com – Warga di Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mempertanyakan perihal pelayanan pihak kecamatan setempat semenjak mewabahnya Covid-19.

Pasalnya, sejumlah progres pengurusan kebutuhan administrasi dikabarkan mandek alias tertahan di kantor kecamatan.

Pantauan di kantor Kecamatan Panongan, di pintu gerbang meskipun pada Sabtu (4/4/2020) spanduk pemberitahuan ‘pelayanan publik ditutup’ sudah diturunkan, tetapi warga mengeluhkan kekosongan pelayanan sudah sejak beberapa waktu lalu.

Malik (23) warga setempat perihal spanduk pemberitahuan tidak ada layanan di gerbang kantor yang terpasang hingga Jumat (3/4/2020) mengaku keberatan.

“Kalau di depan aja gerbang ditutup dan ada imbauan (dalam spanduk bertuliskan pelayanan ditutup, red) kayak gitu mana mungkin masyarakat tahu dan gak mungkin mau masuk,” kata Malik kepada wartawan.

“Intinya kalau pelayanan saja tutup kami bisa repot. Misalkan mau buat, AJB SKDU atau KTP dan KK kita harus kemana? Karena ada warga lain pas mampir ke warung saya mempertanyakan soal pengurusan AJB yang belum selesai-selesai. Kan gak mungkin nunggu sampai wabah ini hilang,” pungkasnya.

Sementara Deden Zulfikar (27) merasa rugi jika pelayanan ditutup hingga waktu yang belum jelas.

Apalagi semenjak ditutup karena covid-19 juga belum terlihat upaya penanganan sampai ke masyarakat, jika keadaannya seperti ini dia mengaku merugi karena tidak ditangani langsung.

“Ya rugi lah, itu aja kecamatan (Panongan) samping tutup. Warga bingung jadinya itu kemarin ada spanduk bacaan ditutup itu, tapi tadi pagi saya lihat udah tidak ada,” kata Deden, Sabtu (4/4/2020).

Dia menuturkan, pihak kecamatan dan unsur desa/kelurahan mestinya memberikan solusi agar kebutuhan administrasi warga seperti AJB atau lainnya bisa tetap berjalan. Dan arus ada bentuk pelayanan alternatif.

“Makanya buat pemerintah nih selain memberikan pelayanan publik yang maksimal, tapi pas kondisi kayak ini harus juga harus memikirkan mulai dari ekonomi, kesehatan dan kebutuhan sehari-hari warganya. Lah saya kan orang bawah, sekarang jadi susah semuanya Mas,” ujarnya.

Dia melanjutkan, selain persoalan pelayanan, penanganan corona dianggap nya masih kurang maksimal. Penyemprotan baru sekali, sosialisasi kecamatan panongan baru keliling di jalan utama saja. Kalau penyemprotan door to door belom ada.

Sementara salah seorang petugas di kecamatan yang berhasil ditemui menyebut bahwa pelayanan dibuka hingga mendapat intruksi dari Pemkab Tangerang.

“Iya, tutup sampai instruksi Bupati Tangerang (Achmed Zaki Iskandar) kembali membuka,” ungkap Komarudin salah satu petugas saat dijumpai di lokasi.

Namun lanjut Komarudin, untuk pelayanan sendiri masih tetap berjalan. Namun masyarakat yang datang hanya dapat meninggalkan nomor telepon untuk dapat kembali dihubungi oleh pegawai kecamatan.

“Jadi nanti keperluannya dicatat dan akan dihubungi oleh bagian yang bersangkutan. Semua wilayah kayak gini (menutup pelayanan langsung),” ujarnya. (*/pm)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.