Kota Tangerang, bidiktangsel.com – Di tengah wabah Covid-19, tindakan kecil bila dilakukan serentak akan berdampak besar. Covid-19 telah menghantam banyak aspek kehidupan masyarakat di Indonesia. Selain mereka yang terjangkit, pengaruh paling signifikan adalah kerugian pada sendi sendi kehidupan ekonomi, budaya, pendidikan, politik, kesehatan, sampai pada keagamaan umat.

Para pekerja sektor informal karena mereka terpaksa berhenti atau omzet yang berkurang akibat para konsumen menahan diri untuk keluar rumah. Disisi lain, kebutuhan harian dasar tak dapat ditunda. Kelompok pekerja informal ini biasanya masuk kategori rentan miskin atau miskin.

Beberapa diantaranya yang rentan miskin telah jatuh semakin menderita. Mereka kebingungan memenuhi kebutuhan dasar harian rumah tangga. Dalam situasi normal, ketika terjadi bencana yang sifatnya pribadi, seperti sakit, kecelakaan atau musibah lainnya datang, keluarga atau komunitas memberi dukungan agar korban cepat pulih.

Namun dalam situasi ketika semua orang terkena bencana, keluarga atau komunitas dari kelompok sosial ekonomi yang sama tidak mampu memberikan dukungan karena mereka juga mengalami persoalan yang sama.

Janji bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah belum tahu kapan diberikan dan belum ada kepastian, apakah mereka masuk kelompok penerima karena ketidakakuratan data.

Kita tak dapat mengharapkan pemerintah menyelesaikan semua hal sementara rakyat hanya menuntut atau mengkritik.

Pada saat seperti inilah kontribusi seluruh anggota masyarakat diperlukan agar krisis ini cepat berlalu. Warga Rw 05 Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Minggu, (5/4/2020).

Kontribusi diberikan oleh majelis di masjid Al-Ihsan yang diprakarsai oleh H. Suwatno dalam berbagai bentuk seperti uang, barang, beras, tenaga, pikiran, atau bahkan sekedar mematuhi anjuran untuk tinggal di rumah kecuali untuk hal-hal mendesak yang diperlukan. Kepada kelompok paling terdampak, mereka yang secara sosial ekonomi lebih mapan memiliki tanggung jawab untuk membantu.

Namun persoalan yang oleh masyarakat kelas menengah bawah jauh lebih besar dan kompleks. Dukungan sosial ekonomi akan memunculkan sikap tegar dan optimis bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi situasi sulit tersebut.

Membantu mengubah cara pandang menjadi lebih positif dalam menghadapi
yang terdampak Covid-19, para dermawan di Rw 05 kelurahan Gaga kecamatan Larangan telah memberikan sumbangan sebagai dukungan bagi penyelesaian pendemi ini.

Ada orang yang menyumbang pemikiran dan tenaga di setiap Rt. Yang lain mendonasikan hartanya. Sejumlah kecil orang atau seluruh warga Rw 05 terpenuhi kebutuhan dasar dengan saling memberikan bantuan membuat semuanya menjadi tenang.

Mengontrol secara rutin kesehatan warga di tingkat RW atau RT dan melaporkan kepada petugas kesehatan jika ada warganya yang sakit akan membantu mengurangi penyebaran penyakit dan membuat penduduk merasa aman.

Ketua Rw 05. H. Suwatno telah menggerakkan para warganya di tingkatan Rw 05 untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Yang dihadiri oleh Lurah Gaga H. Nasrullah, SE, MM. tokoh masyarakat, tokoh agama, ibu-ibu majlis dan para pemuda serta penceramah Ustadz. Udid Habludin, Lc. Dan Ketua DKM Masjid Al-Ihsan H. Tuwarno

Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadinya Wabah Virus Corona atau Covid-19. Ketua Rw 05 Kelurahan Gaga H. Suwatno usai sholat subuh dan pengajian bersama menyampaikan ketentuan, Satgas Kampung Siaga Covid 19.

Secara simbolik Lurah Gaga H. Nasrullah menyerahkan santunan Beras sekaligus berupa dana pada H. Suwatno selaku Ketua Rw 05, kelurahan Gaga, kecamatan Larangan.

“Setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkan terpapar penyakit,” ujar H. Nasrullah usai pemberian beras kebutuhan pokok.

Jangan panik Karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (masjid al-ihsan) bersama aparat dan lingkungan.

“Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib menjaga dan mengisolasi diri agar tidak terjadi penularan kepada orang lain, dan masjid juga untuk kebangkitan ekonomi, kebudayaan dan kerukunan,” katanya.

Lurah Gaga H. Nasrullah juga mengatakan, satgas kampung siaga covid 19. Terus melakukan pemantauan yg terdampak virus corona dilingkungan terutama saat sholat subuh berjamaah.

“Mari bersama-sama bergotong royong untuk melaksanakan segala kegiatan yang dianjurkan oleh pemerintah pada masyarakat untuk kepentingan bersama, sekaligus menyampaikan masuknya bulan Ramadhan,” kata lurah Gaga.

Ketua DKM Masjid Al-Ihsan H. Tuwarno menerangkan, bagi orang sehat yang berada di suatu kawasan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang. Maka tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasa dan wajib menjaga diri agar tidak terpapar Covid-19.

“Seperti tidak melakukan kontak fisik langsung dengan bersalaman, berpelukan, cium tangan. Mereka juga disarankan membawa sajadah sendiri dan sering membasuh tangan dengan sabun,” ungkap Ketua DKM H. Tuwarno.

“Sampai keadaan menjadi normal kembali dan wajib menggantikannya dengan shalat di tempat masing-masing,” tambahnya.

“Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran virus, pemerintah menjadikan fatwa sebagai pedoman dalam upaya penanggulangan Covid-19 terkait dengan masalah keagamaan dan umat Islam wajib mentaatinya,” jelasnya.

Umat Islam agar semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memperbanyak ibadah, taubat, istighfar, dzikir, membaca Al Qur’an.

PENULIS : EDWARD. AN

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.