Jakarta, bidiktangsel.com – Bakal calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, berziarah ke makam kakek dan neneknya, Soemitro Djojohadukusumo dan Dora Marie Djojohadikusumo-Sigar.

Soemitro Djojohadikusumo, adalah begawan pejuang kemerdekaan sekaligus ahli ekonomi yang turut meletakkan dasar pembangunan ekonomi Indonesia.

Darah pejuang juga ia warisi dari kedua saudara kandung dari kakeknya, RM Subianto Djojohadikoesoemo dan RM Soedjono Djojohadikoesoemo, yang gugur pada 25 Januari 1946 dalam Pertempuran Lengkong, Serpong.

Untuk hari ini, Rahayu Saraswati menjadwalkan berziarah ke makam kakek dan nenek kandungnya.

Makam pertama yang ia ziarahi adalah makam sang “oma”, Dora Djojohadikusumo-Sigar, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia tiba di sana pada Minggu (16/8/2020) sore.

“Saya minimal sekali setahun nyekar, biasanya sebelum hari raya, sebagai tradisi keluarga. Tapi kali ini memang di luar dari rutinitas. Ini lebih untuk mendoakan mereka sebenarnya. Mendoakan leluhur yang memang sudah membesarkan orang tua dan membesarkan saya juga,” ungkap Rahayu Saraswati.

Rahayu Saraswati tampak berdoa sangat khusyuk di makam nenek yang sangat ia kasihi. Diakui politikus muda Partai Gerindra ini, selain berziarah seperti biasanya, kegiatan ini juga ia manfaatkan untuk mengambil semangat dari para leluhur sekaligus mempersiapkan mentalnya yang akan berlaga di Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) 2020.

“Terutama ini dalam hal persiapan secara mental untuk maju Pilkada,” kata Rahayu Saraswati, yang akan mendampingi Calon Wali Kota dari PDI Perjuangan, Haji Muhamad.

Di TPU Tanah Kusir, aktivis pembela hak perempuan dan anak ini tidak hanya berziarah ke makam nenek kandungnya, tetapi juga saudara-saudara dari neneknya.

Di sana, eks anggota DPR RI ini sempat terlihat menangis saat mengunjungi makam dari Olga Nelly Sigar, kakak kandung dari neneknya.

“Almarhumah baru meninggal tahun lalu. Dia kakak dari oma saya dan bisa dikatakan yang paling dekat dengan semua cucunya. Beliau orang pertama yang memberikan wejangan kepada saya untuk mengejar impian, beliau yang pertama menyampaikan itu waktu saya masih kecil dan itu sangat membekas di hat,” ungkapnya.

Di Tanah Kusir, ada delapan makam yang Rahayu Saraswati datangi, termasuk makam para kerabat dari garis ibunya.

Setelah menyelesaikan ziarah di Tanah Kusir, barulah Saraswati meluncur ke makam sang eyang di TPU Karet Bivak.

Di makam Soemitro, ia terlihat berdoa khusyuk untuk arwah pejuang nasional itu dan menaburkan bunga. (*/Red)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.