Serpong, bidiktangsel.com – Dugaan Kasus ijazah palsu Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ber-inisial S yang beberapa kali sempat menyeruak dan menghilang ternyata terus berlanjut.

Bahkan kini kasusnya telah diteruskan ke Polda Metro Jaya oleh Komite Perjuangan Putra Bangsa Lembaga Swadaya Masyarakat dengan nomor laporan B/1470/II/Re7/4/2020/Bareskrim.

Menurut Ketua Komite Perjuangan Putra Bangsa Lembaga Swadaya Masyarakat, Duano Azir menjelaskan pihaknya melaporkan kasus ini ke  Polda untuk mendapatkan kejelasan terkait adanya dugaan ijazah palsu yang digunakan S untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Tangsel.

“Tidak layak dan tidak pantas anggota DPRD duduk dan mewakili rakyat tetapi memakai ijazah palsu. Ini hal  serius yang harus ditegakkan, secara keseluruhan agar tidak mencoreng institusi dewan periode saat sekarang ini agar tidak dicatat sebagai sejarah kelam,” tegas Duano, yang dilansir dari tangerangonline.id, Kamis,(3/9/2020).

Duano berharap dengan diteruskannya pengaduan masyarakat ini ke Polda Metro Jaya dirinya berharap kasus dugaan ijazah palsu yang terjadi ini ada penyelesaiannya.

Namun hingga kini tak jelas penanganan dugaan pelanggaran tersebut, hingga akhirnya sang caleg terpilih dan kini sudah resmi menjadi anggota DPRD. Dan hingga berita ini diturunkan S masih belum bisa dikonfirmasi.

Kalau kasus ini ditindak lanjuti terus dan S jadi tersangka, apakah kedudukan nya sebagai anggota dewan gugur? Dan apakah perolehan suaranya dulu tidak sah? Selanjutnya kalau perolehan suara tidak sah apakah partai pendukung jadi berkurang anggota nya atau bagaimana ?

“Jika terbukti Menggunakan ijazah palsu berdasarkan Putusan Penggadilan, maka Berdasarkan putusan tersebut Partai bisa mengajukan PAW,” ujar Badrussalam mantan Komisioner KPUD Tangsel periode lalu.

Prinsipnya perolehan suara partai yang terkonversi menjadi kursi adalah suara kedaulatan rakyat yang di titipkan ke partai politik. (*/Red)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.