Kota Tangerang, bidiktangsel.com – Ari, panggilan akrab dari nama lengkapnya Arinton Purba Sukma (Ari). Berbagai perjuangannya menjaga eksistensi salah satu kedai tersohor di wilayah Kecamatan Ciledug lebih tepatnya di ujung Sudimara Timur.

Semenjak penularan pandemi Covid-19 kian meluas, Ora Aja Coffee nama kedai tersebut, untuk memaksimalkan penjualan produk kopi kesehatan siap saji bagi setiap pemesan.

Langkah penjualan ditempuh melalui usaha mandiri Ora Aja Coffee seiring imbauan social distancing di minggu kedua September 2020.

Hasilnya berbuah manis, tak ada hari tanpa ramai order pelanggan. Bahkan, 3 karyawan tetap Ora Aja Coffee masih menerima gaji sampai saat ini.

Namun, dibalik pencapaian penuh syukur tersebut, Dua Tahun sebelumnya Ora Aja Coffee harus menempuh tantangan yang berbelit.

Ora Aja Coffee yang didirikan Ari dan pamannya RT Nadih, pada Juli 2018 lalu, telah memiliki Kedai di Ciledug Kota Tangerang, tepatnya Kelurahan Sudimara Timur.

Bahkan, kerja keras Ari dan keluarganya sampai saat ini telah mengantarkan Coffee Ora Aja hingga sampai Karang tengah dan Larangan akan menyusul di Danau Cipondoh, Kota Tangerang.

Untuk mengatakan bahwa Coffee Ora Aja, menuai kesuksesan yang signifikan dalam waktu singkat.

“Kedai kopi yang bernama Ora Aja Coffee, tidak pernah sepi pengunjung, terutama oleh anak muda. Sajian kopi nikmat yang berpadu dengan suasana nyaman dan pelayanan ramah, membuat popularitas kopi ini melambung,” ungkap RT Nadih Paman yang membantu Ari.

Namun, pandemi Covid-19 jadi mimpi buruk bagi industri kopi Indonesia. Terlebih ketika aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diserukan pemerintah. Akibatnya, banyak kedai yang tutup dan para pegawai dirumahkan.

Sementara Ari menyampaikan, Puncaknya adalah ketika aturan PSBB diketuk palu yang berimbas pada penutupan resmi kedai di beberapa tempat.

“Sejak pandemi covid 19 ini berlangsung, kita lacak penjualan dan bikin keputusan terus berjalan. Di awal social distancing masih aman secara omzet, tapi ketika beberapa hari ini, omzet di beberapa lokasi langsung turun drastis,” ujar pemuda Ari pemilik Ora Aja Coffee yang di PHK dari pekerjaannya.

Dihantui rasa cemas, Ari dan keluarga memutar otak untuk menjaga rantai bisnis mereka. Akhirnya diputuskan bahwa tak ada jalan lain selain terus berlanjut dengan berjualan kopi kesehatan siap saji di Ora Aja Coffee.

“Sehingga meningkatkan keperayaan lebih tinggi untuk melayani pelanggan, duduk santai, Wifi gratis, sambil menikmati kopi dan makanan ringan/ cemilan sudah tersaji di meja mungil,” cetus Ari sambil melihat pada semua yang sedang minum kopi dikedainya.

Melalui kedai yang banyak dikunjungi anak-anak muda, Ora Aja Coffee menjual biji kopi utuh, biji kopi yang telah digiling, dan diracik dalam gelas sehingga sangat khas dan unik terasa nikmat.

“Uniknya, Kedai Ora Aja Coffee juga menyediakan berbagai produk makanan siap saji dan camilan dari beberapa produk dan nggak cuma kopi ya,” jelas Ari di tengah kesibukannya melayani pelanggan.

Ketika ditanya soal pendapatan yang diraup selama berjualan, Ari dengan singkat menjawab.

“Alhamdulilah berjalan kopi siap saji, menjadi tulang punggung omzet keluarga,” katanya dengan nada haru.

Hasil yang memuaskan ini dapat dibuktikan melalui kolom komentar media sosial dan ulasan yang banjir pujian.

Selain itu, berkat layanan penjualan
respons bernada positif di medsos dan kolom komentar marketplace, juga tak jarang bikin para pegawai Ora Aja Coffee senyum-senyum sendiri.

Hal sederhana tapi bermakna itulah yang jadi energi Ora Aja Coffee untuk bertahan di tengah gelombang ketidakpastian. Manis dan hangat.

PENULIS/ EDITOR : EDWARD. AN.

.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.