Menjadi salah satu daerah industri terbesar di Indonesia, Banten berpotensi menyerap banyak tenaga kerja lokal. Ironisnya, Banten justru menjadi salah satu Propinsi dengan jumlah pengangguran tertinggi di Indonesia.Berupaya mencari solusi, SDC (Skill Development Center) Banten, tak bosan terus membuat terobosan. Kali ini berkolaborasi dengan PT. Pelita Tomangmas, SMKN 4 Pandeglang dan didukung oleh Disnakertrans Pemprov Banten, SDC Banten membangun Workplace Sektor Alas Kaki dan Garment.

Lebih dari 200 pengangguran di Banten berkesempatan mengikuti pelatihan di Workplace tersebut. Yang terpenting, seluruh peserta pelatihan diwajibkan menerapkan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, setelah selesai berlatih, dan menjaga jarak dengan tidak berkerumun.

“Hari ini kita membuat terobosan dalam rangka penyiapan SDM Unggul dan Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui program 3 in 1 di Workplace yang baru saja kita bentuk. Di Workplace ini mereka akan Dilatih, Disertifikasi dan Ditempatkan,” ujar Direktur Eksekutif SDC Banten, M. Khozin, di sela peresmian Workplace di SMKN 4 Bojong Pandeglang Banten, beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Karo Ops Polda Banten Perkuat Pengamanan Pilkades Serentak di Kabupaten Lebak

Khozin menjelaskan bahwa Workplace tersebut berkonsep Vocational Training berbasis Kebutuhan Industri, dimana Mesin, Kurikulum, Instruktur dan Kompetensi berstandar Industri.

“Workplace ini tidak menelan banyak anggaran , karena pembetukan Workplace ini berkonsep Resource Sharing, dengan kontribusi dari berbagai pihak. Di antaranya ruang workshop, instalasi listrik dan SDM dari pihak SMK. SDC yang mendesain pelatihan, menyiapkan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan Industri serata memantau jalannya pelatihan. Sedangkan pihak industri akan menyiapkan tenaga pelatih, Bahan Praktek kerja dan menyerap tenaga kerja lulusan workplace ini,” papar Khozin.

Baca Juga :  Pastikan Keamanan Pilkada Serentak, Kapolda Banten Tinjau KPU Cilegon

“Ini menjadi kolaborasi ideal untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional, khususnya di Provinsi Banten,” imbuhnya.

Menurut Khozin, Workplace SMKN 4 Bojong merupakan Short Cut bagi percepatan pemulihan ekonomi nasional lantaran adanya perubahan dari segi daya beli. “Hanya dalam waktu 3 minggu, secara bertahap 200 orang yang awalnya tidak memiliki Purchase Buying disulap bisa memiliki daya beli sekitar Rp. 3.500.000/orang/ bulan. Dapat dibayangkan, andaikan ada 50.000 pengangguran di Banten bisa diakomodir dalam program ini maka dalam waktu yg tidak lama akan ada perputaran ekonomi di Banten cukup besar.

”Selain itu, Peserta akan memiliki kompetensi standar yang dibutuhkan oleh Industri dan mereka juga difasilitasi kuliah. Maka para peserta ini selain memiliki daya beli (ekonomi) mereka juga akan memiliki daya saing intelektual nya dan 4 tahun kedepan mereka sudah bisa jadi sarjana mandiri,” ungkap Khozin.

Baca Juga :  Di Bulan Muharam 1438 H, Anak Yatim Jangan Dibiarkan Menangis

Khozin berharap SDC Banten bisa membuat Workplace sejenis di 650 SMK di Banten, yang berbasis kebutuhan industri dan di 20.000 perusahaan di Banten dalam rangka Breakthrough Penyiapan SDM Unggul untuk mendukung produktivitas Perusahaan di Banten. Dengan demikian bisa diharapkan akan terjadi percepatan penurunan pengangguran di Banten secara masif.

Workplace ini diresmikan oleh Kepala Bidang Penempatan Disnakertrans Propinsi Banten, Indra G. Gumelar, di dampingi oleh HRD Manager PT. Pelita Tomangmas Turiyah, SH dan Kepala SMK Negeri 4 Kab. Pandeglang, Dr. Ir. Susila, MM. (Ashri)

Facebook Comments