bidiktabgsel.com – Covid-19 menjadi topik yang ramai dibicarakan sepanjang tahun 2020. Tidak hanya di Indonesia tetapi diseluruh penjuru dunia. Kasus pertama Covid-19 dilaporkan muncul di Kota Wuhan, Cina pada Desember 2019. 

Negara pertama yang melaporkan adanya kasus Covid-19 diluar Cina adalah Thailand yang kemudian diikuti oleh negara Jepang dan Korea Selatan. 

Secara Global hingga 3 November 2020 sebanyak 46.840.783 kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan 1.204.028 jiwa meninggal dunia. 
Negara tertinggi dengan kasus terbanyak sebesar 9.108.353 adalah Amerika Serikat.

Di Indonesia sendiri kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 2 Maret 2020 sebanyak 6 kasus. Berdasarkan data WHO, Indonesia menempati posisi ke-19 tertinggi di dunia dengan 415.402 kasus sampai dengan 3 November 2020. Kasus Covid-19 tersebar di 34 provinsi di Indonesia. 

Kasus terbanyak terdapat di DKI Jakarta dengan total 107.846, di Jawa Timur 53.274 dan di Jawa Barat 37.408 kasus.Covid-19 atau Coronavirus Disease 2019 berasal dari bahasa Latin corona yang artinya mahkota karena menunjuk kan bentuk karakteristik virion (coronavirus infektif) dan D adalah disease yang berarti penyakit.

Coronavirus merupakan virus RNA dengan tingkat mutasi yang tinggi sehingga menyebabkan pandemik global.

Gejala umum yang ditimbulkan dari Covid-19 ini adalah demam, batuk kering dan rasa lelah.

Baca Juga :  Kodim Nunukan Semaksimal Mungkin Bangun Desa Perbatasan

Namun bisa juga ditemukan gejala lain yang mungkin hanya dialami beberapa pasien, yaitu rasa nyeri, sakit kepala, diare, sakit tenggoro kan, penurunan fungsi indera perasa atau penciuman, atau ruam kulit yang biasanya muncul secara bertahap.

Menurut WHO penularan Covid-19 ini terjadi secara droplet atau melalui percikan-percikan yang keluar melalui hidung atau mulut seseorang yang terinfeksi Covid-19 ketika batuk atau bersin.

Penularan ini bisa dicegah dengan cara sering mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan antiseptik berbahan dasar alkohol, menjaga jarak dengan orang sekitar, memakai masker, dan tidak menyentuh mata, hidung ataupun mulut.

Hingga saat ini belum ada obat atau vaksin yang spesifik untuk Covid-19. Banyak negara seperti Amerika Serikat, Cina, Inggris, Jerman, Rusia dan Australia berlomba untuk menemukan vaksin Covid-19. Indonesia pun tak mau kalah dalam upaya penemuan vaksin Covid-19 ini. 

Indonesia membentuk konsorium vaksin Covid-19 atas gagasan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan telah mengembangkan pembuatan vaksin Covid-19.

Lantas, apakah vaksin itu perlu?Vaksin adalah suatu substansi antigen yang berfungsi untuk menstimulasi sistem imun untuk menghasilkan antibodi. Sistem imun merupakan suatu sistem yang didukung oleh sekumpulan sel dan protein yang berperan untuk melindungi tubuh kita dari infeksi oleh berbagai patogen (mikroorganisme penyebab penyakit).

Baca Juga :  TMMD Fasilitasi Pembinaan dan Penyuluhan Kerukunan Umat Beragama

Tubuh manusia memiliki tiga tingkatan sistem pertahanan, tingkat pertama: barier, tingkat kedua: kekebalan bawaan, dan tingkat terakhir: kekebalan adaptif. 

Menurut Dr.rer.nat. Marselina I. Tan, ketiga tingkatan itu harus dijaga dengan baik agar virus tidak mudah masuk kedalam tubuh kita.

Vaksin dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi lebih cepat dan lebih efektif. Vaksinasi memicu respons kekebalan tubuh dan membantu tubuh untuk melawan dan mengingat bakteri atau virus yang menginfeksi, sehingga dapat menyerang kembali bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

Vaksin dibuat dari sejumlah kecil bakteri atau virus yang mati atau dilemahkan dan tidak bisa menyebabkan penyakit lain, jadi vaksin tidak akan membuat Anda sakit. Vaksin memberikan kekebalan dalam jangka panjang terhadap penyakit tanpa menyebabkan penyakit yang serius. 

Menurut WHO, vaksin juga penting untuk mencegah dan mengendali kan wabah penyakit menular. Pada tahun 2010 hingga 2015, vaksinasi berhasil mencegah setidaknya 10 juta angka kematian di seluruh dunia.

Selain itu terdapat beberapa manfaat vaksin lainnya yang berfungsi dalam pengendalian penyakit, diantaranya:

1. Eradikasi atau pemberantasan penyakit Dalam pemberantasan penyakit, populasi dengan sistem imun yang baik di seluruh dunia harus berada pada level yang tinggi dalam periode waktu yang lama dan harus disertai dengan pengawasan yang tepat.

Baca Juga :  BEM STIEAD Galakan Gerakan Mengajar

2. Eliminasi penyakit Kunci untuk eliminasi jenis penyakit adalah 95% populasi yang memiliki kekebalan tubuh dengan melakukan vaksinasi dua dosis.

3. Pengendalian mortalitas, angka kesakitan dan komplikasi Vaksin dapat melindungi setiap orang dengan sangat efektif apabila belum terpapar oleh suatu penyakit. Vaksin yang diberikan setelah terpapar suatu penyakit juga dapat melindungi individu.

4. Mengurangi tingkat keparahan suatu penyakit Suatu penyakit akan terasa lebih ringan apabila seseorang melakukan vaksinasi.

5. Pencegahan infeksi Selain mencegah seseorang terkena penyakit, beberapa vaksin juga dapat mencegah terjadinya infeksi.

Namun sejauh ini di Indonesia masih banyak mitos yang beredar tentang vaksinasi, sehingga Sebagian masyarakat masih ragu untuk melakukannya. 

Windhi Kresnawati, dokter spesialis anak dari Yayasan Orangtua Peduli, mengatakan bahwa penyebaran mitos selama ini yang menjadi kendala dalam program vaksinasi. Selain itu juga, suara penolakan vaksin Covid-19 mulai muncul dari berbagai negara, tetapi WHO merasa vaksin diperlukan karena virus Covid-19 ini dapat muncul kembali di semua negara.

Penulis:

Nama: Dhannisa Ika SavitriFakultas: Kedokteran Prodi: Pendidikan Dokter Universitas: Universitas Malikussaleh Dibawah bimbingan Bapak Defi Irwansyah S.T., M. ENG.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.