Bogor, bidiktangsel.com – Dewan Koperasi Indonesia Daerah (DEKOPINDA) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Uji Kompetensi Pendamping UMKM di Bogor, Jawa Barat, selama 3 (tiga) hari, Kamis s/d Sabtu (5-7/11/ 2020) lalu. Uji Kompetensi Pendamping UMKM ini diikuti 15 orang dari koperasi anggota DEKOPINDA Tangsel.

Sebagai Fasilitator, Dekopinda Kota Tangsel bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Koperasi Nusantara dari Sidoarjo Jawa Timur.

Dalam sambutan pembukaan kegiatan, Ketua DEKOPINDA Tangsel, Dudung E Diredja melalui zoom metting mengatakan DEKOPINDA Tangsel akan terus melakukan pengupayakan kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan perkoperasian.

“Kalau kita lihat, kegiatan ini untuk menguji para peserta menjadi seorang pendamping UMKM yang juga menjadi Anggota Koperasi. dalam kegiatan ini, kalau saya melihat ada 2 aktifitas,” katanya.

Baca Juga :  Forum UNIDO Membawa Angin Segar Bagi Tumbuhnya UMKM

Lanjutnya, pertama peserta akan mendapatkan substansi dari para fasilitator terkait dengan uji kompetensi ini. Jadi diberikan pengetahuan dan dibimbing dulu.
Kedua setelah diberi bimbingan nanti di uji dan berkompenten tidak, tujuannya adalah untuk melakukan standarisasi Kegiatan pendamping UMKM.

“Ini adalah profesi, hasilnya akan keluar sertifikasi profesi, agar kita mendapat-kan sertifikasi itu, saya memohon kepada para peserta agar belajar secara sungguh-sungguh dari berbagai ilmu,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

Hasilnya dari peserta 15 orang ini nanti akan mendapatkan sertifikasi sebagai pendamping, karena program pemerintah daerah dengan satu koperasi seribu UMKM (SERBUK) dan salah satunya adalah ditentukan atau didukung oleh peserta yang 15 orang ini yang akan mendapatkan sertifikasi.

Baca Juga :  Berkah Lebaran, Pesanan Keripik Pisang Wa Anah Meningkat

“Kalau dilihat dari segi ini betapa pentingnya profesi pendamping, jadi sekali lagi saya berpesan kepada rekan-rekan yuk… kita menimba ilmu secara sungguh-sungguh, lupakan dulu kegiatan yang ada dirumah, lupakan dulu pikiran-pikiran lain sehingga kita fokus terhadap materi yang akan disampaikan oleh fasilitator tadi,” tuturnya.

Dudung juga menambahkan terhadap fasilitator ia berpesan tolong semua ilmunya ini disampaikan kepada peserta 15 orang ini.

“Jangan pelit dengan ilmu, kalau saya me-umpamakan seorang guru silat terhadap muridnya. Kalau fasilitator sebagai guru silatnya memiliki 10 jurus, maka sepuluh jurus silat itu harus diajarkan kepada muridnya. Karena kita tahu kapasitas muridnya ini berbeda-beda tidak seluruhnya bisa dikuasai, ada yang menguasai 9 jurus,” ujarnya.

Baca Juga :  Tingkatkan dan Kembangkan UMKM Melalui Pameran Plaza Rakyat

“Saya berpesan juga kepada fasilitator untuk memberikan ilmunya seluas-luasnya sehingga rekan-rekan saya ini bisa memiliki kemampuan yang cukup mumpuni untuk menjadi seorang pendam-ping yang memiliki sertifikasi,” tambahnya lagi.

Pada kesempatan tersebut Ketua DEKOPINDA Tangsel menyampai kan permohonan maaf, tidak dapat hadir langsung bersama-sama dengan peserta karena ada sesuatu hal yang harus diselesaikan.

“Tanpa kehadiran saya kita tetap satu hati, kita tetap satu visi, kita tetap satu barisan dibawah naungan DEKOPINDA Kota Tangsel. Saya ingin mengajak kepada peserta kalau kita atau saya mengucapkan DEKOPINDA rekan-rekan menjawab dengan 3 suku kata, ayo kita mulai, DEKOPINDA. ….ADA….. .DEKAT … BERMANFAAT…… ., jangan sampai lupa,” pungkasnya. (*/Red)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.