Jakarta, bidiktangsel.com – Tak hanya menggaungkan optimisme program pembangunan yang digagas dan disodorkan kepada konstituen, kader Partai Golkar khususnya calon kepala daerah yang diusung pada Pilkada 2020, mampu mengubah perilaku hidup sehat masyarakat melalui pesan-pesan positif lewat kampanye.

Poin-poin yang dipaparkan tentang pentingnya hidup sehat, menurut Wakil Ketua DPP Partai Golkar Azis Syamsuddin menjadi momentum. Bahwa gelaran pesta demokrasi berhasil melawan Covid-19 dan memulihkan ekonomi.

Gerakan kampanye sehat yang mengedepankan 3 M (masker, mencuci tangan, menjaga jarak) jika dilakukan secara sederhana namun masif oleh pasangan calon, diyakini mampu merebut hati pemilih.

”Kepedulian lewat edukasi yang dicurahkan, menjadi cermin keteladanan seorang calon pemimpin yang memahami betapa bernilainya kesehatan dan keselamatan rakyatnya,” tutur Azis Syamsuddin dalam keterangan resmi, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga :  ''Benda Saja Bantu Sukseskan TMMD, Kami Warga Harus Lebih Berperan

Ditambahkan Azis, dengan edukasi ini, target kemenangan 60 persen dari gelaran Pilkada dapat terealisasi.”Pilkada menjadikan kunci pembuktian. Bahwa Golkar peduli. Golkar kian besar dan tumbuh bersama rakyat,” terang Wakil Ketua DPR RI itu.

Ditambahkan Azis Syamsuddin, arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto harus dipahami dan dilaksanakan. Bukan sebaliknya mengabaikan apalagi melanggar dari harapan.

”Saya yakin, kandidat yang diusung Partai Golkar di seluruh mengedepankan keselamatan konstituen, mengedepankan jiwa-jiwa yang ingin merdeka dari belenggu wabah yang telah menghantam sendi ekonomi bangsa,” tegas Azis Syamsuddin.

Partai Golkar meyakini, selain melawan Covid-19, Pilkada jadi momentum untuk membangkitkan dan memulihkan perekonomian yang terpuruk selama pandemi.

Baca Juga :  Totalitas Mbah No di TMMD Kalikondang

”Kita berharap agar kegiatan Pilkada mampu menggerakkan perekonomian dari perputaran dana kegiatan pesta demokrasi. Baik secara langsung maupun tidak langsung,” terang Azis Syamsuddin.

Di sisi lain, asa agar Indonesia mampu memulihkan perekonomian kian besar setelah melihat kinerja dua kuartal 2020. Semua daerah tentu tak ingin masuk pada resesi lantaran kontraksi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dua kuartal beruntun.

”Melihat hal ini, maka Partai Golkar meyakini program ekonomi melalui kampanye sehat pada Pilkada, mampu mendorong keyakinan publik untuk bangkit. Tidak lagi larut dengan kepasrahan, tidak larut dengan kegelisahan. Sebaliknya menjadi duta penyelamat bangsa,” terang Azis Syamsuddin.

Baca Juga :  Forum UNIDO Membawa Angin Segar Bagi Tumbuhnya UMKM

Selama disiplin menjalankan protokol kesehatan serta patuh melaksanakan tata cara pilkada selama pandemi, maka sebenarnya pesta demokrasi adalah peluang dalam melawan Covid-19 dan memulihkan perekonomian.

Pilkada tak mungkin ditunda kedua kalinya atau dibatalkan karena sudah diatur dalam UU. ”Alasan lainnya adalah tidak ada pihak manapun yang bisa memberi kepastian kapan Covid-19 akan berakhir,” terang Azis Syamsuddin.

Bahkan, sambung Azis Syamsuddin negara-negara lain seperti Amerika, Korea Selatan tidak ada yang menunda pemilu meskipun serangan wabah Covid-19 lebih besar. ”Kita optimistis, Pilkada mampu mengubah prilaku, untuk Indonesia bangkit,” pungkasnya. (*/ful)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.