Serpong, bidiktangsel.com- Tahun 2010 restoran Holycow! dari Chef Afit resmi diluncurkan. Setelah berjuang selama 1 tahun untuk mendapatkan label halal, justeru di peluncuran label tersebut restoran steak asli Indonesia ini, harus kembali berjuang akibat badai pandemi Covid-19.

“Maret 2020, di saat Holycow berhasil menjadi restoran steak halal pertama di dunia yang tercatat di MURI, wabah covid-19 menyerang Indonesia. Pemerintah Indonesia lalu mengeluarkan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), dan kebijakan inipun diikuti oleh semua kepala daerah. Sesuai aturan PSBB, semua restoran tidak boleh dine in (makan di tempat), semua makanan harus di bawa pulang. Padahal makan steak itu kan enaknya panas-panas sambil santai,” tutur Chef Afit, owner Holycow berbagi inspirasi dalam gelaran talkshow UKM bertema “kiat bisnis di tengah pandemi” yang digelar secara virtual pada, Kamis (25/11).

Lanjut Afit, “Sempet merasa bingung, mau bagaimana, kepikiran juga nasib puluhan karyawan, padahal saat itu Holycow sedang persiapan mau buka 10 cabang baru di beberapa daerah, semua buyar akibat pendemi.

“Memikirkan nasib puluhan karyawannya, Afit pun memutar otak mencari celah peruntungan untuk Holycow. “Alhamdulillah, dapat ide dengan memberlakukan konsep pesan dan makan di mobil dari parkiran. Konsumen cukup datang ke camp terdekat, parkir, kemudian staf akan datang untuk melayani. Ide ini kami luncurkan agar pelanggan masih bisa menikmati makan steak langsung mesti di dalam mobil masing-masing, kebetulan gerai Holycow hampir semuanya memiliki parkiran yang luas,” ungkap Chef Afit.

Menurut Afit, konsep makan dimobil dengan dilayani secara spesial, mulai dari penyajian makanan oleh kru Holycow ber APD lengkap, seperti memakai masker, faceshield, sarung tangan, hingga menggunakan alat makan sekali pakai, ternyata disambut positif oleh pelanggan. Sehingga Holycow tetap bertahan dan terus operasional.

“Untuk pemilihan menu kami pun memberlakukan sistem barcode, dan pembayaran dilakukan melalui mesin EDC yang sebelumnya kami semprotkan sanitizer terlebih dulu sebelum digunakan, sampai mesin EDC inipun kami antarkan ke mobil pelanggan,” ucap Afit.

Tidak sampai disitu, Afit kembali memutar otak, agar Holycow juga tetap bisa dinikmati oleh pelanggan yang benar-benar tidak ingin ke luar rumah. “Akhirnya bikin inovasi baru, Holycow Ready To Cook yang bisa dipesan secara online. Jadi kami siapkan semua bahan, bumbu, saos hingga pelengkapnya, lalu kami bekukan. Alhamdulillah, animo masyarakat sangat baik. Inovasi cara makan steak terbaru ala Holycow ini yang akhirnya menjadi konsep jualan terbaru kami, yang hadirnya justeru di saat Pandemi juga,” ujar Afit sambil tertawa ringan.

Afit juga menyatakan komitmennya untuk menerapkan protokol kesehatan dan kebersihan sesuai dengan anjuran pemerintah, di semua gerai Holycow. Protokol tersebut berlaku bagi staf maupun pelanggan. Mulai dari mewajibkan penggunaan masker, face shield, dan sarung tangan bagi para staf, menyediakan wastafel di dekat pintu restoran, ada juga hand sanitizer, hingga mengecek suhu pelanggan sebelum masuk ke ruangan. Saat memasuki area juga pelanggan harus menerapkan social distancing.

“Seluruh area restoran juga dibersihkan menggunakan disinfektan secara berkala,” imbuhnya.

Afit merasa bersyukur karena Holycow bisa tetap bertahan hingga saat ini. “Alhamdulillah bisa bertahan, karyawan juga aman, tidak ada satupun yang kena PHK, semua berjalan seperti biasanya, bahkan Holycow memiliki layanan baru yang cukup di respon masyarakat. Di terpa badai pandemi, kami justeru menjadi semakin kuat, dan semakin inovatif,” tutup Afit. (Astri)

0/5 (0 Reviews)
Facebook Comments

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.