Jakarta, bidiktangsel.com – Pentingnya mengaplikasikan pemahaman kearifan lokal dan Kebudayaan Nusantara sebagai pondasi Karakter Bangsa yang memiliki nilai luhur merupakan warisan leluhur yang adi luhung dari zaman ke zaman yang tak ternilai harganya harus ditanamkan kepada generasi muda secara terus menerus dan berkelanjutan sebagai wujud kecintaan kepada bangsa dan negara.

Sebagaimana diungkapkan oleh aktor film Indonesia Ki Rahmat Wiro Putra, Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat itu sendiri dan diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi bersandar pada filosofi nilai-nilai etika.

“Kearifan lokal juga tidak bisa terpisahkan dari unsur seni budaya yang ada seperti seni tari, musik dan seni lainnya yang di miliki bangsa,” kata Rahma Wiro Putra di Taman Ismail Marzuki TIM, saat menyaksikan latihan film virtual Sutradara Ngekting Petang Di Taman, Kamis, (26/11/2020).

“Oleh karenanya pelestarian seni budaya menjadi sangat penting dan menjadi tanggung jawab kita bersama terutama harus lebih mendapat perhatian dari pemerintah Pusat dan Daerah,” ungkap Rahmat Wiro Putra penuh harap.

Pentingnya Peran Generasi Muda Melestarikan Kebudayaan

Ki Rahmat Wiro Putra Juga menyampaikan, Era Globalisasi ini perubahan pola hidup masyarakat yang semakin modern, akibatnya masyarakat khususnya Pemuda cenderung untuk memilih kebudayaan yang baru dan lebih praktis.

“Tentu itu dibutuhkan peran serta pemuda dalam menjaga, memelihara dan melestarikan kebudayaan khususnya kebudayaan yang ada di nusantara Indonesia,” ujarnya serius.

Pemuda dimasa ini beranggapan sambung Rahmat Wiro Putra, menjaga, memelihara dan melestarikan budaya lokal tidak memiliki manfaat, hal tersebut dibuktikan dengan adanya pergeseran nilai-nilai budaya dikalangan pemuda yang condong ke budaya barat.

“Padahal kebudayaan memegang peranan sangat penting dalam menopang perekonomian dan pembangunan setiap suatu daerah di tanah air,” ungkap Rahmat Wiro Putra, yang saat itu bersama dengan Sutradara Muda Didien Rochidin.

Dia juga menyampaikan, Ada indikasi krisis karakter dan identitas serta integritas dikalangan generasi muda saat ini, hal ini bisa dibilang cukup mengkhawatirkan karena apabila nilai nilai kebudayaan hilang, masyarakat kita khususnya pemuda akan hilang fondasi etik dan landasan fundamental sehingga berpotensi terjadinya gangguan yang dilakukan oleh pemuda.

Untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya lokal yang ada di daerah, dapat dilakukan dengan berbagai cara.

“Beberapa cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat khusunya kita sebagai generasi muda antara lain. Pemuda harus memiliki kemauan mempelajari budaya tersebut, baik hanya sekedar mengenal atau bisa juga dengan ikut mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” Ungkap Ki Rahmat Wiro.

Sementara di tempat yang sama Didien Rochidin salah satu Sutradara Muda yang sudah banyak menggarap Film FTV menyampaikan, berkaitan dalam hal pelestarian dan pengembangan seni budaya diperlukan satu wadah organisasi kebudayaan yang melibatkan seluruh elemen anak bangsa penggiat atau pelaku seni budaya sampai ke akar rumput guna mengangkat keberadaan para pelaku seni budaya tersebut bisa lebih di hargai di masyarakat.

“Organisasi kelembagaan seni budaya ini bernama Lembaga Ketahanan dan Pemajuan Budaya Indonesia (LKPBI) yang akan bermitra dengan pemerintah terkait, baik pusat maupun daerah seluruh Propinsi dan Kabupaten/ Kota di Indonesia,” lanjut Didien Rochidin.

Masih di tempat yang sama Ki Rahmat Wiro Putra Juga Mengharapkan, dengan berdirinya Lembaga Ketahanan dan pemajuan Budaya Indonesia (LKPBI) ini bisa menjadi gerbong memajukan budaya Indonesia. Salah satu program yang di rencanakan adalah mengajak kerjasama Pemerintah daerah dalam produksi film yang mengangkat tema budaya dan wisata serta kearifan lokal daerah setempat.

Maka adanya wadah (LKPBI), sangat diperlukan dan diangkatnya film budaya dan wisata adalah untuk lebih mengenalkan budaya bangsa Indonesia di mata dunia.

Lebih lanjut, Rahmat Wiro Putra menerangkan, pemuda harus ikut berpartisipasi apabila ada kegiatan kebudayaan.

“Pemuda dapat mengajarkan kebudayaan itu pada generasi penerus sehingga kebudayaan itu tidak musnah dan tetap bertahan. Dan yang penting lagi Pemuda harus mencintai budaya sendiri tanpa merendahkan dan melecehkan budaya orang lain,” paparnya.

Akan tetapi upaya generasi muda untuk menjaga, memelihara dan melestarikan budaya, tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemuda, melainkan kepada semua lapisan masyarakat.

PENULIS : EDWARD. AN.

0/5 (0 Reviews)
Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.