Setu, bidiktangsel.com – Kemenristek/BRIN menyelenggarakan Rapat Koordinasi Riset dan Inovasi Nasional Tahun 2021 di Kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan untuk mensinergikan program riset dan inovasi nasional yang tahun ini difokuskan pada Prioritas Riset Nasional (PRN), Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, dan Vaksin Merah-Putih. Rakor Riset dan Inovasi Nasional ini akan berlangsung selama tiga hari sejak hari Rabu (27/01) hingga Jumat (29/01).

Dalam acara tahunan tersebut, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro memaparkan reviu kinerja Kemenristek/BRIN pada tahun 2020 dan outlook program riset dan inovasi pada tahun 2021.

Selama tahun 2020, melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang merupakan perwujudan triple helix antara Pemerintah, Peneliti dan Industri, Kemenristek/BRIN telah menghasilkan lebih dari 61 produk inovasi sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mempercepat penanggulangan pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia melalui 4T (Testing, Tracing, Tracking dan Treatment) baik dalam bidang pencegahan, skrining dan diagnosis, obat dan terapi, maupun alat kesehatan dan pendukung.

Produk-produk inovasi tersebut terus disempurnakan dan beberapa telah digunakan oleh masyarakat, seperti Ventilator, Mobile Lab BSL-2: Laboratorium berjalan untuk pengujian sampel Covid-19, Rapid Test Kit, GeNose C19: alat skrining cepat melalui hembusan napas, dan lain sebagainya. Produk inovasi ini juga terus dikembangkan secara sistematis agar terintegrasi satu sama lain.

Hasil tes dari alat skrining yang berbasis antigen seperti CePAD dan RT Lamp dapat dikombinasikan dengan wearable device berbentuk gelang yang terhubung dengan internet untuk memantau kepatuhan mobilitas pengguna dengan hasil positif. Data hasil tes yang tersimpan juga dapat dimasukkan dalam aplikasi Health Pass atau paspor kesehatan untuk Covid-19.

“Untuk meningkatkan pemanfaatan dan daya guna produk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 serta untuk mengetahui respon pengguna terhadap kinerja produk, kemenristek/BRIN juga telah melakukan Bakti Inovasi ke kurang lebih 15 kota/kabupaten di Indonesia.” Ujar Menteri Bambang dalam sambutannya.

Selain inovasi penanganan Covid-19, berbagai pengembangan riset dan inovasi lainnya yang telah dikembangkan adalah pesawat N219 hasil pengembangan LIPI dan PTDI yang telah mendapatkan sertifikat tipe CASR 23 oleh Kementerian Perhubungan, Sistem INATEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) yang dikembangkan oleh BPPT untuk mitigasi dini Tsunami, Roket RX-450, dan lain sebagainya.

Sementara itu, fokus Kemenristek/BRIN pada tahun 2021 dilakukan terhadap Prioritas Riset Inovasi Nasional dengan tetap berkontribusi maksimal pada penanganan Covid-19.

Beberapa di antaranya adalah Kemenristek/BRIN saat ini terus melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk menguji molekular (surveillance) yang lebih luas untuk berbagai varian virus Covid-19 yang beredar di Indonesia.

Selain itu, pengembangan vaksin Merah-Putih masih terus berjalan. Awal tahun ini diharapkan bibit Vaksin Merah-Putih dapat diserahkan ke Bio Farma untuk tahapan selanjutnya.

“Pada Maret ini, semoga bibit vaksin dapat diserahkan ke Bio Farma untuk kemudian dapat diproses selanjutnya hingga uji klinis. Harapan kita semua agar Vaksin Merah-Putih dapat digunakan dalam vaksinasi pada tahun 2022.” Kata Menteri Bambang.

Di tahun 2021 ini, beberapa program Prioritas Riset Nasional di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN sudah ditempatkan dalam Proyek Strategis Nasional sektor teknologi oleh Presiden Joko Widodo, seperti PUNA MALE, Bahan Bakar Nabati (BBN) dengan Katalis Merah-Putih, dan Garam Industri.

Pada kesempatan itu, Bapak Presiden Joko Widodo juga hadir secara virtual untuk memberikan apresiasi dan arahan untuk segenap jajaran Kemenristek/BRIN di tahun 2021 ini.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Penandatangan MoU antara Kemenristek/BRIN dan Kemenparekraf terkait inovasi di sektor pariwisata, khususnya Destinasi Pariwisata Super Prioritas; Penandatanganan MoU antara Kemenristek/BRIN dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait hilirisasi hasil riset dan inovasi; dan Penandatanganan MoU antara Kemenristek/BRIN dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) terkait penguatan riset dan inovasi.
Pembangunan Ekosistem Riset dan Inovasi juga menjadi fokus Kementerian Ristek/BRIN di tahun 2021.

Ini sebagai upaya pemerintah untuk mengubah paradigma dari ekonomi yang berbasis Sumber Daya Alam (SDA) menjadi ekonomi berbasis inovasi sebagai salah satu jalan bagi Indonesia untuk keluar dari middle-income trap dan mencapai visi Indonesia tahun 2045, yaitu menjadi negara berpendapatan tinggi.

Oleh karena itu, di sisi supply Kemenristek/BRIN akan memastikan dukungan Pendanaan Riset-Inovasi yang memadai dan Insentif Pajak bagi badan usaha yang melaksanakan Riset-Inovasi. Sementara di sisi demand, Kemenristek/BRIN akan terus mengoptimalkan e-katalog Inovasi dan mendorong pengadaan pemerintah melalui Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri.

Rapat Kerja Kemenristek/BRIN ini dihadiri dan dibahas langsung oleh pejabat Eselon I & II Kemenristek/BRIN serta Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN seperti LIPI, BPPT, LAPAN, BSN, dan BAPETEN. (Rls/Red)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.