Kepulauan Seribu. Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia hingga saat masih memberikan dampak yang cukup besar dalam segala aspek, selain aspek kesehatan yang paling utama, aspek pariwisata juga mengalami guncangan yang cukup berat. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi wabah penyakit covid-19, seperti pembatasan sosial, menyumbangkan angka penurunan kunjungan wisata yang cukup besar. Tidak terkecuali Kepulauan Seribu yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan yang mencapai 63% pada tahun 2020 bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebelum wabah covid-19 melanda Indonesia.

“Angka kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu mengalami penurunan selama pendemi Covid-19 yaitu mencapai 63% bila dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19”, ujar Puji Astuti, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu. Keterangan ini disampaikan Puji Astuti ketika menerima Kunjungan Kerja Komite III DPD RI yang dipimpin oleh Sylviana Murni pada tanggal 27 Januari 2020. Dalam kunjungannya ini, Sylvina murni juga didampingi oleh 2 (dua) Wakil Ketua Komite III DPD RI lainnya, seperti Fadli Rahmi dan Evi Evita Maya. Selain mendengarkan paparan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu, dalam pertemuan tersebut juga hadir Bupati Kepulauan Seribu beserta jajaran lainnya.

Sylviana murni menjelaskan bahwa Kepulauan Seribu memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata utama, terutama bagi warga Jakarta dan kota-kota penyangga lainnya, seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor hingga Cianjur. “Dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 9 (sembilan) juta dan ditambah lagi penduduk di kota-kota penyangganya merupakan pasar yang sangat potensial bagi pariwisata di Kepualaun Seribu,” kata sylviana. Selian itu, Sylviana juga menambahkan keuntungan lainnya yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu jarak yang sangat dekat dengan Jakarta beserta kota di sekitarnya. “Dengan jarak yang sangat dekat dari Jakarta, seharusnya ini bisa menjadi nilai jual kepada para wisatawan. Karena jika kita dapat mengemas dengan bagus, wisatawan tentu akan berpikir daripada pergi jauh-jauh ke Bali misalnya, lebih baik ke Pulau Seribu. Selain dari segi waktu lebih singkat, juga akan berpengaruh pada biaya pengeluaran selama berwisata”, tambah Ketua Komite III DPD RI ini.

Selanjutnya Bupati Kepulauan Seribu menjelaskan bahwa meskipun ada kebijakan pembatasan sosial, namun pihaknya tidak dapat melarang para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kepulaun Seribu. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, mulai dari pemberangkatan di Pelabuhan Marina dan Kaliadem hingga tiba di Kepulauan Seribu. “Setiap orang yang berkunjung ke Kepulaua Seribu kami awasi dengan ketat, mulai cek suhu di pelabuhan keberangkata, pembatasan penumpang kapal yang hanya 50%,” ujar Junaedi, Bupati Kepualaun Seribu. Dirinya juga menambahkan bahwa ketika tiba di Kepulauan Seribu, setiap wisatawan akan kembali menjalani protokol kesehatan yang sangat ketat. “Bahkan kami melakukan tes swab bagi mereka yang memiliki indikasi tertular Covid-19, bagi selama menunggu hasil tes swab, kami menyediakan tempat isolasi,” tambahnya. Namun Junaedi menyadari bahwa penerapan protokol kesehatan di Kepulauan Seribu bagi wisatawan mulai menurun. Hal ini dikarenakan mulai adanya kejenuhan dari masyarakat, karena pendemi ini hingga sekarang masih tetap ada. Oleh karena itu, Junaedi berjanji akan kembali menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di Kepualaun Seribu. Hal ini diakibatkan oleh mulai adanya kasus positif di wilayah tersebut.

Pada kesempatan ini, Evi Evita Maya juga menambahkan bahwa pariwisata sangat penting bagi suatu daerah, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergerak di dalamnya. Disamping itu, pariwisata membutuhkan promosi yang masif untuk dikenal masyarakat secara luas. Membandingkan dengan daerah asalnya, yaitu Nusa Tenggara Barat, Evi Evita Maya mengakui bahwa selama ini Lombok selalu berada dibawah bayang-bayang Bali. Sehingga masih diperlukan promosi yang lebih kuat untuk meningkatkan kunjungan wisata. “Promosi beserta informasi sangat penting bagi kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu. Karena saya yakin masih banyak warga Jakarta yang masih merasa kebingungan ketika akan berwisata ke Kepualuan Seribu. Dan pada kenyataanya jauh lebih mudah memperoleh informasi ke destinasi wisata lainnya seperti Bali,” ujarnya.

Sedangkan Fadil Rahmi, Anggota DPD RI asal Aceh yang juga sekaligus Wakil Ketua Komite III DPD RI mengatakan baru satu kali berkunjung ke Kepulauan Seribu dan pada kunjungan pertama tersebut dirinya mengaku terkesima dengan keindahan yang dimiliki Kepulaua Seribu. “Saya baru satu kali ke Kepulauan Seribu, dan saya kaget dengan keindahannya yang dimiliki. Selama ini yang saya ketahui Kepulauan Seribu hanyalah salah satu wilayah administrasi di Provinsi DKI Jakarta,” tandasnya sambil berjanji akan sering berkunjung ke Kepulauan Seribu untuk berwisata. Fadil Rahmi juga menambahkan bahwa potensi yang dimiliki Kepulauan Seribu layak mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dan harus dijadikan sebagai salah satu destinasi utama nasional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Seribu menyambut baik Kepulauan Seribu dijadikan sebagai destinasi utama nasional. “Dengan dijadikannya kepualaun Seribu sebagai salah satu destinasi utama nasional tentu akan berdampak banyak terhadap kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu. Karena hal ini juga akan melibatkan pemerintah pusat dalam pengembangannya ke depan,” jawab Junaedi. Pihaknya juga menaruh harapan besar kepada DPD RI untuk dapat mampu menjembatani usulan tersebut ke pemerintah pusat,terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kemudian dalam penutupannya, Sylviana Murni berjanji akan membawa aspirasi Kepulauan Seribu ke pemerintah pusat. “Yang terpenting ialah gali semua potensi yang ada di Kepulauan Seribu, bukan hanya sekedar keindahan alamnya semata, namun juga semua potensi yang melingkupinya, seperti budaya masyarakat dan kulinernya,” pungkasnya.

Kepulauan Seribu | Wabah Covid-19 yang melanda Indonesia hingga saat masih memberikan dampak yang cukup besar dalam segala aspek, selain aspek kesehatan yang paling utama, aspek pariwisata juga mengalami guncangan yang cukup berat. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menanggulangi wabah penyakit covid-19, seperti pembatasan sosial, menyumbangkan angka penurunan kunjungan wisata yang cukup besar. Tidak terkecuali Kepulauan Seribu yang mengalami penurunan kunjungan wisatawan yang mencapai 63% pada tahun 2020 bila dibandingkan dengan tahun 2019 sebelum wabah covid-19 melanda Indonesia.

“Angka kunjungan wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu mengalami penurunan selama pendemi Covid-19 yaitu mencapai 63% bila dibandingkan dengan kondisi sebelum Covid-19”, ujar Puji Astuti, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu. Keterangan ini disampaikan Puji Astuti ketika menerima Kunjungan Kerja Komite III DPD RI yang dipimpin oleh Sylviana Murni pada tanggal 27 Januari 2020. Dalam kunjungannya ini, Sylvina murni juga didampingi oleh 2 (dua) Wakil Ketua Komite III DPD RI lainnya, seperti Fadli Rahmi dan Evi Evita Maya. Selain mendengarkan paparan dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Kepulauan Seribu, dalam pertemuan tersebut juga hadir Bupati Kepulauan Seribu beserta jajaran lainnya.

Sylviana murni menjelaskan bahwa Kepulauan Seribu memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata utama, terutama bagi warga Jakarta dan kota-kota penyangga lainnya, seperti Depok, Bekasi, Tangerang, Bogor hingga Cianjur. “Dengan jumlah penduduk Jakarta yang mencapai 9 (sembilan) juta dan ditambah lagi penduduk di kota-kota penyangganya merupakan pasar yang sangat potensial bagi pariwisata di Kepualaun Seribu,” kata sylviana. Selian itu, Sylviana juga menambahkan keuntungan lainnya yang dimiliki oleh Kepulauan Seribu jarak yang sangat dekat dengan Jakarta beserta kota di sekitarnya. “Dengan jarak yang sangat dekat dari Jakarta, seharusnya ini bisa menjadi nilai jual kepada para wisatawan. Karena jika kita dapat mengemas dengan bagus, wisatawan tentu akan berpikir daripada pergi jauh-jauh ke Bali misalnya, lebih baik ke Pulau Seribu. Selain dari segi waktu lebih singkat, juga akan berpengaruh pada biaya pengeluaran selama berwisata”, tambah Ketua Komite III DPD RI ini.

Selanjutnya Bupati Kepulauan Seribu menjelaskan bahwa meskipun ada kebijakan pembatasan sosial, namun pihaknya tidak dapat melarang para wisatawan yang ingin berkunjung ke Kepulaun Seribu. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat, mulai dari pemberangkatan di Pelabuhan Marina dan Kaliadem hingga tiba di Kepulauan Seribu. “Setiap orang yang berkunjung ke Kepulaua Seribu kami awasi dengan ketat, mulai cek suhu di pelabuhan keberangkata, pembatasan penumpang kapal yang hanya 50%,” ujar Junaedi, Bupati Kepualaun Seribu. Dirinya juga menambahkan bahwa ketika tiba di Kepulauan Seribu, setiap wisatawan akan kembali menjalani protokol kesehatan yang sangat ketat. “Bahkan kami melakukan tes swab bagi mereka yang memiliki indikasi tertular Covid-19, bagi selama menunggu hasil tes swab, kami menyediakan tempat isolasi,” tambahnya. Namun Junaedi menyadari bahwa penerapan protokol kesehatan di Kepulauan Seribu bagi wisatawan mulai menurun. Hal ini dikarenakan mulai adanya kejenuhan dari masyarakat, karena pendemi ini hingga sekarang masih tetap ada. Oleh karena itu, Junaedi berjanji akan kembali menerapkan protokol kesehatan dengan ketat di Kepualaun Seribu. Hal ini diakibatkan oleh mulai adanya kasus positif di wilayah tersebut.

Pada kesempatan ini, Evi Evita Maya juga menambahkan bahwa pariwisata sangat penting bagi suatu daerah, karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang bergerak di dalamnya. Disamping itu, pariwisata membutuhkan promosi yang masif untuk dikenal masyarakat secara luas. Membandingkan dengan daerah asalnya, yaitu Nusa Tenggara Barat, Evi Evita Maya mengakui bahwa selama ini Lombok selalu berada dibawah bayang-bayang Bali. Sehingga masih diperlukan promosi yang lebih kuat untuk meningkatkan kunjungan wisata. “Promosi beserta informasi sangat penting bagi kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu. Karena saya yakin masih banyak warga Jakarta yang masih merasa kebingungan ketika akan berwisata ke Kepualuan Seribu. Dan pada kenyataanya jauh lebih mudah memperoleh informasi ke destinasi wisata lainnya seperti Bali,” ujarnya.

Sedangkan Fadil Rahmi, Anggota DPD RI asal Aceh yang juga sekaligus Wakil Ketua Komite III DPD RI mengatakan baru satu kali berkunjung ke Kepulauan Seribu dan pada kunjungan pertama tersebut dirinya mengaku terkesima dengan keindahan yang dimiliki Kepulaua Seribu. “Saya baru satu kali ke Kepulauan Seribu, dan saya kaget dengan keindahannya yang dimiliki. Selama ini yang saya ketahui Kepulauan Seribu hanyalah salah satu wilayah administrasi di Provinsi DKI Jakarta,” tandasnya sambil berjanji akan sering berkunjung ke Kepulauan Seribu untuk berwisata. Fadil Rahmi juga menambahkan bahwa potensi yang dimiliki Kepulauan Seribu layak mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat dan harus dijadikan sebagai salah satu destinasi utama nasional.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Seribu menyambut baik Kepulauan Seribu dijadikan sebagai destinasi utama nasional. “Dengan dijadikannya kepualaun Seribu sebagai salah satu destinasi utama nasional tentu akan berdampak banyak terhadap kemajuan pariwisata di Kepulauan Seribu. Karena hal ini juga akan melibatkan pemerintah pusat dalam pengembangannya ke depan,” jawab Junaedi. Pihaknya juga menaruh harapan besar kepada DPD RI untuk dapat mampu menjembatani usulan tersebut ke pemerintah pusat,terutama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kemudian dalam penutupannya, Sylviana Murni berjanji akan membawa aspirasi Kepulauan Seribu ke pemerintah pusat. “Yang terpenting ialah gali semua potensi yang ada di Kepulauan Seribu, bukan hanya sekedar keindahan alamnya semata, namun juga semua potensi yang melingkupinya, seperti budaya masyarakat dan kulinernya,” pungkasnya.

Facebook Comments

yusmansatu

Wartawan