Jakarta, bidiktangsel.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui strategi testing yang dijalankan pemerintah selama ini untuk menangani pandemi Covid-19 salah sasaran dan ada kesalahan data Kementerian Kesehatan untuk program vaksinasi Covid-19.

Sementara dua pekan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ternayata belum cukup untuk menurunkan angka kasus aktif dalam upaya penanggulangan wabah.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menilai ada banyak hal yang perlu dievaluasi terkait wabah yang terus merebak meski dua minggu ini telah diberlakukan PPKM. Secara nasional, jumlah kasus aktif bukannya menurun sebaliknya meningkat dengan cepat.

Dikatakan Azis, perlu adanya evaluasi sistem testing dan tracing Covid-19, agar dapat diketahui jumlah pasti angka kasus Covid-19 dan Pemerintah dapat mengambil langkah tepat untuk menangani pandemi Covid-19;

“Persoalan pendataan lagi-lagi menjadi evaluasi. Kemenkes kami sarankan berkoordinasi dengan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri untuk memperbaiki data masyarakat penerima vaksin Covid-19,” pinta Azis, Kamis (28/1/2021).

DPR meminta Kemenkes memiliki data digital yang terintegrasi dengan Dinas Kesehatan seluruh daerah di Indonesia sebagai dasar pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

Agar program vaksinasi dapat berjalan sesuai target yang ditentukan dan tepat sasaran. “Segera lakukan evaluasi menyeluruh. Terutama mengenai testing dan tracing dengan meminta masukan dari para ahli epidemiolog,” tegas Azis.

Selanjutnya, Kemenkes harus mampu menentukan urgensi pihak-pihak mana saja yang berhak menjadi prioritas penerima program vaksinasi Covid-19. Sehingga target vaksin untuk menciptakan kekebalan tubuh buatan secara komunal (herd immunity) dapat tercapai secara cepat dan tepat. (as/ras)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.