Jakarta, bidiktangsel.com – DPR RI mendorong Pemerintah agar meningkatkan sarana, prasarana dan infrastruktur untuk pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri. Langkah ini mempertimbangkan tertinggalnya pengembangan vaksin Covid-19 di Indonesia dibanding negara lain. Ini setelah Vaksin Merah Putih kemungkinan baru bisa digunakan untuk mendapatkan izin di tahun 2022.

DPR akan terus mendorong Pemerintah berupaya agar vaksin Merah Putih dapat memenuhi seluruh tahapan uji klinis vaksin, baik tahap I, II, dan III, sehingga bisa mendapatkan emergency use authorization (EUA) tepat waktu dan dapat digunakan untuk vaksinasi.

“Gerakan kekuatan mulai dari hulu hingga hilir. Libatkan para peneliti di Indonesia, agar vaksin Merah Putih menjadi langkah utama,” terang Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/2/2021).

Azis menilai, ini langkah besar menyatukan kekuatan. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi Pemerintah dapat meningkat. Terlebih vaksin yang dilahirkan mampu membentuk sistem imun yang aman dan halal.

DPR meminta Pemerintah berkomitmen dalam memproduksi vaksin Covid-19 dalam negeri guna menghemat anggaran dan menghemat devisa Negara.

Sehingga, vaksinasi Covid-19 dapat lebih terjangkau dan dapat diberikan secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Mengingat vaksin berkontribusi dalam menangani pandemi Covid, membantu mitigasi risiko, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi inovasi kesehatan.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini pun berharap Pemerintah bisa melakukan kerja sama dengan Pemerintah Inggris dan Jerman yang kini telah bersepakat mengembangkan vaksin melawan varian baru virus corona dan menargetkan pesanan awal untuk 50 juta dosis jika diperlukan.

“Kewaspadaan terhadap munculnya kemungkinan varian baru virus corona sebagai salah satu risiko terbesar juga harus diwaspadai,” tegas Azis.

Harapannya, vaksin yang dikembangkan melalui kemitraan menjadi penguat lahirnya Vaksin Merah Putih. “Kita harus mengejar ketertinggalan ini. Sekali lagi libatkanlah peneliti. Kita juga bisa belajar dari Inggris dan negara lainnya, yang telah mampu menganalisis susunan genetik virus saat patogen berkembang, guna meluncurkan Vaksi Merah Putih sebagai generasi pertama,” tutup Azis Syamsuddin. (as/tim)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.