Jakarta, bidiktangsel.com – Indonesia mencatatkan penambahan pasien COVID-19 sebanyak 11.749 kasus, dengan 9.674 orang dinyatakan sembuh dan 201 orang meninggal dunia atau 31.202 orang wafat sejak kasus pertama ditemukan di Tanah Air pada Maret 2020. Data ini tersaji, pada Jumat (5/2/2021).

Dengan penambahan ini, maka terdapat 176.672 kasus aktif di Indonesia. Melihat besaran angka-angka yang tersaji, DPR RI meminta Pemerintah mengkaji dan mempertimbangkan kembali besaran penurunan insentif bagi tenaga kesehatan. Ini disampaikan Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin.

“Tenaga kesehatan, merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah. Berjuang memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien terinfeksi Covid-19, bahkan di antara mereka sampai kehilangan nyawa saat bertugas. Ini menjadi keperihatinan kita semua,” terang Azis Syamsuddin, Sabtu (6/2/2021).

DPR berharap, tunjangan tenaga kesehatan tidak mengalami penurunan dari jumlah sebelumnya. Insentif nakes merupakan bentuk apresiasi dari negara untuk memotivasi dan menjaga spirit tenaga kesehatan untuk menangani pasien Covid-19, maka sangat disayangkan bila insentif mengalami penurunan.

“Kami akan terus mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengawasi penyaluran pemberian insentif yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), dan meminta Pemda menyederhanakan proses administrasi untuk mempercepat penyaluran dana insentif,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Azis meminta rumah sakit rujukan Covid-19 terus aktif mendata tenaga kesehatan yang berhak mendapatkan insentif guna diajukan kepada Kemenkes dan Pemda masing-masing. Sehingga, dapat segera diproses untuk pencairan, serta melaporkan kembali apabila telah menerima dana insentif.

“Sehingga, proses penyaluran dana insentif dapat diverifikasi dan dimonitor,” jelas pria jebolan University of Western Sydney, Australia tahun 1998 itu.

Di sisil lain, Azis memberikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 744.884 tenaga kesehatan dalam tahap pertama pemberian vaksin atau bertambah 44.618 orang. Ini terlihat dalam data Kemenkes.

Dari 744.884 tenaga kesehatan yang sudah menerima dosis pertama vaksin COVID-19, Kemenkes mencatat 120.725 orang di antaranya telah menerima dosis kedua atau bertambah 24.172 orang sejak Kamis (4/2/2021).

“Kami berharap, saat ini sasaran sumber daya manusia kesehatan (SDMK) tetap menjadi target utama. Ke depan mampu menyasar petugas layanan publik,” pungkas Wakil Ketua Umum Partai Golar itu. (as/ras)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.