Jakarta, bidiktangsel.com – DPR RI meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mampu memfasilitasi pembangunan infrastruktur maupun jaringan telekomunikasi untuk mendukung kualitas pariwisata Indonesia. Ketersediaan sinyal 4G di destinasi wisata super prioritas bukan semata untuk wisatawan yang datang, namun, juga usaha mikro, kecil dan menengah maupun usaha mikro di bidang pariwisata.

Wakil Ketua DPR RI M. Azis Syamsuddin menegaskan, upaya memprioritaskan pemerataan akses internet dan infrastruktur tekhnologi jaringan informasi sangat dibutuhkan. Ini juga yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah, khususnya Kominfo. Internet menjadi senjata untuk menghubungkan Nusantara.

“Pemerintah harus memperkecil disparitas infrastruktur antar wilayah, dan percepatan pemerataan internet untuk seluruh wilayah Tanah Air,” jelas Azis Sysamsuddin, dalam keterangan resminya, Kamis (11/2/2021).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menilai progres yang dilakukan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo pada kuartal terakhir 2020 cukup baik. Dengan telah diselesaikan-nya penyelenggaraan sinyal 4G di 1.209 desa dan kelurahan.

Namun, dengan luas wilayah nasional Indonesia yang 7,8 juta km persegi, 1,9 juta km persegi di antaranya daratan dengan 17.500 pulau, menjangkau sebaran penduduk yang begitu luas tentu penyebaran infrastruktur telekomunikasi dan informatika bukan pekerjaan yang gampang.

Di tambah lagi, 3,25 juta km persegi wilayah perairan dan 2,55 juta masuk dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif, maka pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri.

“Pada tahun 2021, akan diselesaikan untuk 4.200 desa dan kelurahan, dan di 2022 sebanyak 3.704 desa dan kelurahan di wilayah 3T, daerah terdepan, terpencil dan tertinggal. Harapannya ini tuntas dan tidak terkendala,” terang Azis.

Saat ini Indonesia menggunakan sembilan satelit telekomunikasi di antaranya lima satelit telekomunikasi nasional dan empat satelit telekomunikasi asing sewaan.

“Harapannya pada 2023, Satelit Multifungsi Republik Indonesia atau SATRIA diharap dapat mengorbit di 146 bujur timur untuk memenuhi pemerataan internet di sisi hilir dengan kapasitas 150 GB per detik,” tutur Azis Syamsuddin.

Dengan adanya Satelit SATRIA-1 pada tahun 2023 nanti diharapkan ada 93.900 sekolah akan dilayani melalui akses internet yang langsung dihubungkan ke satelit. Kemudian, akses internet sisanya akan digunakan untuk pelayanan pemerintah, baik pemerintahan desa, Kamtibmas dan kebutuhan kemasyarakatan lainnya.

Diakhir penegasaannya, Azis Syamsuddin meminta Kementerian Kominfo bersama operator seluler memprioritaskan pemerataan akses internet dan infrastruktur di berbagai sektor di Indonesia.

Hal ini menyusul evaluasi dari 10 tahun lisensi serta kerja sama antara Kementerian Kominfo dan operator seluler, serta rencana untuk periode 10 tahun kedua nantinya.

“Sudah jelas bahwa operator seluler berkomitmen untuk selesaikan pembangunan di 3.435 desa dan kelurahan untuk hadirkan sinyal 4G di wilayah non 3T atau wilayah komersial. Komitmen ini yang terus kita tunggu realisasinya,” pungkas Azis Syamsuddin. (as)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.