Jakarta, bidik Tangsel.com – Ketua Umum Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya periode 2021-2016, Dr H Sudirman Daman Hury, melantik pengurus baru Tenaga Pembangunan Sriwijaya periode 2021-2026 di Hotel Redtop, Pecenongan, Jakarta Pusat, Minggu (4/4/2021).

Pelantikan itu sebagai tindak lanjut dari hasil Mubes ke-12 yang dilaksanakan pada 23 Januari 2021 yang lalu yang menghasilkan beberapa hal penting terkait dengan organisasi kemasyarakatan Tenaga Pembangunan Sriwijaya yang antara lain adalah terpilihnya Ketua Umum yang sangat demokratis serta membentuk Tim Formatur.

“Sebagai amanah dari Mubes, Tim Formatur telah melakukan beberapa kali sidang dan akhirnya merumuskan struktur organisasi serta menyusun kepengurusan untuk periode 2021-2026 yang baru saja dilakukan pelantikannya secara resmi,” kata Ketua Umum TP Sriwijaya 2021-2016 Sudirman D Hury.

Ia menjelaskan, Tenaga Pembangunan Sriwijaya merupakan perubahan nomenklatur dari Tentara Pelajar Sriwijaya yang dibentuk pada 20 Agustus 1945 namun kemudian pada akhir tahun 1949 dalam PP 32/1949, pemerintah memberikan kesempatan pada anggota Tentara Pelajar untuk tetap aktif atau keluar atau kembali ke bangku sekolah.

Kemudian, sambung dia, dalam reuni ex-Tentara Pelajar di Palembang pada 19 Agustus 1968 dengan dihadiri beberapa tokoh Sriwijaya, maka ex-Tentara Pelajar Sumbagsel diganti menjadi Tenaga Pembangunan Sriwijaya, dimana nama tersebut sesuai dengan panggilan dan amanah zaman setelah mempertahankan kemerdekaan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dalam wadah NKRI

Menurutnya, saat ini kita sedang berada pada era perubahan dan tantangan masyarakat dunia yang menuntut kita khususnya masyarakat Sumbagsel untuk dapat menyikapinya dengan mewujudkan masyarakat Sumbagsel yang berbudaya dan berdaya saing tinggi dengan peningkatan SDM yang handal dalam menghadapi tantangan dan perubahan yang sedang terjadi pada saat ini dengan penuh harap bahwa kelima wilayah provinsi di Sumbagsel yang merupakan satu kesatuan hendaknya dapat memberikan kemanfaatan sesama dengan menghadirkan kembali TPS di tengah-tengah masyarakat Sumbagsel agar dapat berkiprah demi kepentingan masyarakat khususnya Sumbagsel dan lebih jauh lagi, masyarakat Indonesia pada umumnya.

Dikatakan, organisasi kemasyarakatan TPS merupakan paguyuban yang didasari oleh ikatan batin yang murni, kekal, alamiah dengan penuh keikhlasan dan ketulusan dalam baktinya karena kita masyarakat Sumbagsel tidak hanya diikat oleh hubungan kekerabatan atas kesamaan adat dan budaya namun dimugkinkan lebih erat lagi adanya hubungan darah antara kita yang berasal dari Sumbagsel.

“Hal ini yang menjadi titik tekan dan semangat kita untuk selalu berbuat, bekerja, dan berkreasi serta berinovasi sebagai sumbangsih kita pada masyarakat dengan konsep apa yang kita bisa perbuat bukan apa yang kita bisa dapat,” urainya.

Dikatakan, perubahan teknologi yang memberi dampak mendalam pada kehidupan manusia dimana era Revolusi Industri 4.0 membuktikan bahwa perjalanan teknologi hingga hari ini telah sampai pada dunia digital dimana seluruh aktivitas industri yang dikembangkan menggunakan inovasi digital yang bercirikan otomasi dan ekonomi digital, teknologi digital telah mengubah manusia baik dari cara berkomunikasi, belajar, bekerja, dan bahkan berbelanja pada saat ini.

“Secara cepat, era ini juga telah mengubah geografi dan aktivitas ekonomi melalui dampaknya di setiap sisi dan aspek kehidupan baik dalam berusaha maupun bekerja. Di sisi lain, teknologi digital juga mampu menciptakan sektor baru, segmen pasar baru serta mendorong munculnya inovasi serta menghasilkan keuntungan produktivitas,” ucap Sudirman.

Perkembangan teknologi dan revolusi industri inilah, sambungnya, yang memberikan kesempatan bagi kita khususnya masyarakat Sumbagsel untuk tidak lagi fokus pada kompetisi di bidang knowledge tapi lebih kepada arah berkompetisi dalam bidang kreativitas dan imajinasi dimana kelak akan menuntut kita untuk selalu belajar dan belajar serta mengedepankan kemandirian dalam berpikir, bertindak, dan berinovasi.

“Saya selalu optimis bahwa ke depan dengan tantangan dan perubahan yang sedang terjadi ini, para pengurus TPS akan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi di 5 wilayah Sumbagsel, setidak-tidaknya kita bisa berkontribusi dan memberikan rekomendasi seiring dengan program kerja yang telah dirumuskan dalam musyawarah besar yang lalu,” bebernya.

“Saya mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga dimana saya melihat bahwa kehadiran dari pengurus mencapai 100 persen atau hampir mendekati 100 persen baik sebagai pengurus inti maupun dewan-dewan dan pengurus lainnya yaitu bidang dan departemen, yang tentu diharapkan kelak bisa berkontribusi sesuai dengan profesinya masing-masing yang dimiliki karena sebagaimana pra syarat utama yang kita sepakati untuk pengurus periode 2021-2026 ini adalah kita-kita yang professional, berintegritas, serta memiliki semangat tinggi untuk berbuat dan bekerja demi masyarakat Sumbagsel yang kita cintai,” ujarnya.

“Saya yakin dan percaya bahwa kehadiran saudara-saudara merupakan satu pertanda bahwasanya dalam hati saudara tumbuh rasa saling pengertian, saling menghormati, bahu membahu walaupun ada kalanya timbul perbedaan pendapat diantara kita tapi sekali lagi saya penuh keyakinan bahwa perbedaan itu tidak akan berlanjut apalagi berakhir pada perselisihan yang tajam,” ujar pejabat Kemenkumham ini.

Justru perbedaan itu, kata dia, kita anggap sebagai suatu hal yang wajar dan bisa terjadi dalam satu organisasi. Hal itu bisa menambah nuansa berpikir kita dalam menata dan memperjuangkan organisasi TPS ini agar lebih maju dalam rangka menunjang pembangunan masyarakat Sumbagsel khususnya dan pembangunan bangsa dan negara ini.

Juga dalam rangka mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan teknologi khususnya dalam menyikapi perkembangan teknologi informatika yang semakin mengglobal seperti saat ini dimana hal ini memerlukan suatu pandangan yang berwawasan jauh ke depan yang lebih maju dan dinamis.

Oleh karena itu, ia meneruskan, kebiasaan tersebut hendaknya kita pelihara dengan baik untuk diterapkan dalam berbagai kesempatan yang kita lakukan. Kita jangan cepat berselisih apalagi terpecah hanya karena persoalan yang sepele atau tidak prinsipil yang dapat menghambat kemajuan dan perkembangan organisasi ini apalagi masyarakat Sumbagsel sebab dengan adanya hambatan-hambatan yang terjadi pada tubuh organisasi akan berakibat tujuan dan program sulit untuk kita laksanakan dengan sebaik-baiknya.

“Last but not least, sekali lagi saya berpesan dan penuh harap, marilah melalui wadah TPS kita hadir di tengah tengah masyarakat. Mudah-mudahan akan ada kemanfaatan bagi kita semua karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya, khairunnas anfa’uhum linnas,” tutupnya.

“TP Sriwijaya Pacak Galo,” teriaknya.(MRZ)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.