[video_lightbox_youtube video_id=”kRzK0SpRhUA” width=”640″ height=”480″ anchor=”https://bidiktangsel.com/wp-content/uploads/2021/05/20210505_005950-200×150.jpg” alt=”Aborsi Bayi Dalam Kandungan Di Ungkap Polres Tangsel”]

Serpong, bidiktangsel.com – Alasan ekonomi dan khawatir tak sanggup membesarkan bayinya yang akan lahir SI (27) pun nekat melakukan aborsi terhadap janin yang masih berusia 6 bulan kandungan di toilet mall, di Pagedangam, Kabupaten Tangerang. 

Peristiwa tersebut dilakukan oleh SI pada 27 April silam. Tidak butuh waktu lama, selang beberapa jam kemudian akhirnya jajaran Polsek Pagedangam di bawah Polres Kota Tangsel berhasil mengamankan pelaku aborsi tersebut. 

AKP Dicky Dwi Priambudi, Kapolsek Pagedangan mengatakan, tersangka menggugurkan kandungannya ketika berusia 6 bulan di toilet Mall kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang pada Selasa, 27 April 2021.

“Terjadi pada selasa 27 April 2021 sekira pukul 09.00 WIB, tersangka diamankan pukul 11.00 WIB oleh Unit Reskrim Polsek Pagedangan,” ujarnya di Mapolres Tangsel, Serpong, Selasa (4/5).

Menurut Dicky, jenazah bayi berjenis kelamin perempuan awalnya ditemukan didalam plastik berwarna hitam didalam tempat sampah di toilet Mall kawasan Pagedangan.

“Hasil penyidikan ditemukan bahwa tersangka melakukan hal tersebut dengan mengkonsumsi obat yang di beli secara online,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil visum, bayi yang digugurkannya tersebut berusia 6 bulan. Tersangka melakukan aborsi tersebut, Dicky mengatakan, karena khawatir tidak mampu menafkahi anaknya.

“Tersangka melakukan hal tersebut karena alasan ekonomi khawatir tidak mampu menafkahi anaknya. Tersangka sudah berkeluarga dan dikaruniai anak umur 4 tahun. Pekerjaan suami ojek online,” ujar Dicky.

Lanjut Dicky, terdapat barang bukti berupa 1 buah sweater warna abu-abu, 1 buah celana panjang warna hitam, 1 buah kantong plastik warna hitam, dan 1 buah tong sampah warna cream merk krisbow.

Karena perbuatannya, Dicky menerangkan, tersangka dikenakan Pasal 342 dan atau 341 dan atau 346 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

“Pasal 342 dan atau 341 dan atau 346 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun,” pungkasnya. (dra)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.