Kesehatan, bidiktangsel.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi saat ini menjadi salah satu penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia dan merupakan penyebab kematian terbesar ke-2.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada 2 kali pengukuran dengan selang waktu 5 menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.

Klasifikasi hipertensi menurut ESC 2018 dibedakan menjadi 5 kategori, yaitu normal dimana sistolik/diastolik <120 / <80, prehipertensi 120-139 / 80-89, hipertensi stadium I (140-159 / 90-99), hipertensi stadium II (>160 / 100-109) dan hipertensi stadium III (>180 / >110).

Tanda dan gejala hipertensi adalah sakit kepala, mimisan, pusing/migrain, rasa berat di tengkuk, sulit tidur, mata berkunang-kunang,lemah dan lelah, tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg.

Salah satu aspek yang paling berbahaya dari hipertensi adalah bahwa setiap individu tidak menyadari bahwa dirinya memiliki hipertensi karena tidak adanya gejala, baru tahu kalau sudah terjadi komplikasi sehingga sering kita sebut silent killer.

Hipertensi dibedakan menjadi 2 berdasarkan penyebabnya, yaitu hipertensi primer karena adanya faktor keturunan / 90% tidak diketahui penyebabnya dan hipertensi sekunder yang penyebabnya dapat ditentukan, di antaranya 5-10% berhubungan dengan penyakit ginjal, 1-2% kelaianan hormonal atau pemakaian obat, kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolahraga), stress, meminum alkohol maupun terlalu banyak menkonsumsi garam (makanan asin).

Tekanan darah yang tinggi dalam waktu yang lama akan mengakibatkan komplikasi hipertensi, salah satunya adalah komplikasi hipertensi pada jantung dan pembuluh darah yang meliputi penyakit jantung koroner, gagal jantung, gangguan irama, diseksi aorta, maupun penyakit pembuluh darah tepi.

Penyakit jantung koroner adalah suatu penyakit ketika ada penyumbatan parsial aliran darah ke jantung yang ditandai dengan nyeri dada, rasa tertekan, berat dan terbakar di dada, rasa mual atau nyeri ulu hati, keringat dingin, serta nyeri/ rasa tidak nyaman di dada seperti ditindih lebih dari 20 menit.

Sedangkan gagal jantung adalah kondisi saat otot jantung menjadi sangat lemah sehingga tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh pada tekanan yang tepat dan ditandai dengan penderita mudah lelah, sesak nafas saat beraktifitas maupun saat istirahat serta kaki bengkak.

Penyakit lain akibat komplikasi hipertensi adalah gangguan irama atau fibrilasi atrium yaitu masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur yang ditandai dengan berdebar, sesak nafas, kelelahan, pusing dan pingsan.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.