Ucapan Idul Adha

Jakarta, bidiktangsel.comPerluasan PPKM Darurat di beberapa daerah di luar Jawa dan Bali, hari  ini mulai efektif dijalankan. Melihat beberapa indikator peningkatan kasus yang terjadi, PPKM  Darurat yang diperluas ini diharapkan mampu menekan laju penularan yang masih tinggi.

Wali Kota Padang, Hendri Septa menyampaikan, di wilayahnya PPKM Darurat dimulai hari ini  setelah sebelumnya menjalankan PPKM diperketat sejak 7 April lalu. “Memang kondisinya,  masyarakat belum seluruhnya dapat melaksanakan anjuran dan arahan yang kita sampaikan  kepada masyarakat,” terangnya dalam Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan  FMB9ID_IKP, Selasa (13/7).

Dengan adanya PPKM Darurat di Kota Padang, diharapkan kedisiplinan masyarakat bisa kembali  ditegakkan demi menurunkan lonjakan kasus COVID-19. “Kami sudah mendapatkan laporan di  perbatasan, hampir ratusan mobil sudah kita minta putar arah balik dan memang mereka tidak  tahu aturan ini sebab banyak yang datang dari luar Padang. Kota Padang ini penghubung dari  kota ke kota lain,” terang Hendri. 

Baca Juga :  Dharma Pertiwi Punya Peran Penting Hadapi Pandemi 

Fahrizal Darminto, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung dalam kesempatan yang sama juga  menyampaikan, “Berhasil atau tidaknya PPKM Darurat di Lampung tergantung dengan partisipasi  masyarakat.”

Fahrizal berharap masyarakat bisa ikut berperan aktif menyosialisasikan imbauan-imbauan  ataupun upaya-upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah, “Di Provinsi Lampung kita telah  menerbitkan Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru pada masa  pandemi Covid-19, agar masyarakat aman dan tetap produktif,” katanya. 

Baca Juga :  PPKM Darurat, Satpol PP Tangsel Denda Warung Bakso 50 Ribu

Berdasarkan Perda tersebut, polisi pamong praja, forkopimda, Polda, dan pemangku  kepentingan lain bisa bersama-sama melakukan upaya sosiasilasi dan penegakan hukum di  lapangan di masa PPKM Darurat. 

Upaya yang dilakukan pemerintah ini didukung penuh oleh ahli kesehatan. dr. Adib Khumaidi,  SpOT, Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). dr. Adib  menerangkan bahwa ini adalah situasi sulit bagi masyarakat saat ini sehingga perlu dipahami  dengan sangat mendalam. 

Baca Juga :  TMMD, Satgas Komsos Gandeng UPN Surabaya

“Kita memahami kondisi saat ini memang menjadi problem psikologi di masyarakat sehingga tidak  gampang juga untuk mengedukasi masyarakat. Kita perlu memberikan pemahaman bahwa  penyelesaian pandemi ini tidak hanya dari aspek kepentingan pemerintah atau aspek  kepentingan tenaga medis saja, tapi juga untuk kepentingan masyarakat juga,” terang dr. Adib. 

dr. Adib mendorong agar terciptanya peningkatan partisipasi masyarakat sehingga seluruh  elemen masyarakat mendapatkan pemahaman yang sama guna mendukung upaya yang sudah dilakukan pemerintah. “Garda terdepan bukan dokter bukan perawat tapi garda terdepan adalah  masyarakat,” tutupnya. (*/Red)

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.