Tangerang, bidiktangsel.com – “Melatih dan menjaga kondisi fisik atlet agar siap bertanding dan tetap fit, memang tidak mudah. Namun yang jauh lebih berat adalah memelihara kondisi mental mereka, agar bisa memberi performa terbaik di medan laga,” itulah kalimat pertama yang diungkapkan AKBP Dr. Dewa Wijaya, SH,. MH., selaku Ketua PERKEMI Prov. Banten.

Ungkapan tersebut disampaikannya saat memimpin penyambutan Tim Cabor Shorinji Kempo yang baru saja kembali dari gelaran PON XX Papua, di Bandara Soeta Senin, (18_10_21).

Agenda penyambutan itu dikhususkan bagi Atlet Kempo Banten Feric Julianto dan dua orang pelatihnya, Kusnadi dan Yudhijawan. Diketahui bahwa mereka berhasil merebut medali perak pada nomor Randori Kelas 65 Kg Putra.

Dewa menjelaskan bahwa untuk melatih kesiapan fisik atlet, tentu dilakukan penggemblengan fisik dengan teknik yang tepat dan akurat. Penyiapan nutrisi dan vitamin yang proporsional juga sangat penting bagi vitalitas fisiknya.

“Namun jangan lupa kesiapan mental juga adalah modal besar untuk meraih prestasi. Dan urusan mental ini sangat tidak mudah.” Sambung pria yang memiliki banyak pengalaman dalam pengaturan pasukan tempur diluar dan ditubuh Polri tersebut.

“Rumus yang bisa kami gunakan untuk memupuk mental atlet hampir serupa dengan pasukan. Apapun caranya, pasukan harus memiliki ikatan bathin yang kuat dengan komandannya. Ikatan bhatin ini baru akan terjalin baik saat kita semua sudah merasa sebagai satu keluarga,” sambung Dewa.

Untuk mewujudkan iktan kekeluargaan itu, Dewa selalu memperlakukan hampir semua pihak seperti keluarga sendiri. Ikatan yang terbentuk ibarat nutrisi terbaik bagi kekuatan mental pasukan.

“Maka dalam perjuangan, pasukan akan berbuat maksimal selayaknya sedang berjuang untuk dirinya dan keluarganya sendiri.” Ungkap pria yang tenar dengan panggilan AKP Dewa Wijaya, sewaktu bertugas sebagai Kasat Reskrim Polres Bandara Soeta beberapa tahun lalu itu.

“Saya kasi contoh ya… Karangan bunga yang dikalungkan untuk penyambutan kontingen tadi dibuat khusus oleh istri saya sendiri Ibu Suandewi. Bukan tidak mau membeli, namun sebagai upaya untuk menanamkan aura balutan kasih kekeluargaan dari kami,” sebut Dewa yang selanjutnya mengadakan jamuan makan malam di kediamanya sendiri bagi keseluruhan tim.

Disisi lain, komitmen Dewa untuk memenuhi kebutuhan organisasi termasuk dalam urusan finansial, juga dilakukan seperti memenuhi kebutuhan keluarganya. Karena menurutnya mustahil akan bisa menjadi pimpinan yang profesional, jika tak berkapasitas cukup mampu untuk urusan yang sangat krusial ini.

“Jangan pernah berfikir akan bisa menjadi pemimpin yang profesional jika tak maksimal berbuat dan berkorban. Terus jika semua sudah terpenuhi baik kebutuhan fisik dan mentalnya, saya sangat yakin siapaun yang kita pimpin pasti akan menghadiahkan kebanggan untuk pemimpinya.” ungkap Dewa mengakhiri kalimatnya. (*/Red)

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.