Serpong, bidiktangsel.com – Para atlet Dayung yang berasal dari Tangerang Selatan yang berprestasi di ajang PON XX kemarin hingga kini belum mendapat apresiasi dan merasa ada kesenjangan dan di anak tirikan.

Ketua Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Podsi) Kota Tangerang Selatan, Dodi Harianto mengatakan kelima atlet nya tersebut belum mendapatkan respon apapun dari pihak Pemkot Tangsel.

“Untuk saat ini responnya dari Pemkot (Tangsel) belum ada dan ini menyebabkan para atlet kami bertanya,” katanya saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon Whatsapp, Selasa (19/10/2021).

Tak ada responnya dari Pemkot tersebut dan hanya adanya apresiasi Pemkot terhadap salah satu atlet yang berasal dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangsel membuat para atletnya adanya kesenjangan dan di anak tirikannya cabang olahraga dayung oleh Pemkot Tangsel.

“Atlet kita juga bertanya, kok dari tarung derajat dapat, taekwondo dapat, kok kita enggak, jadi pastinya merasa ada kesenjangan sosial dan dianak tirikan,” ungkapnya.

Dodi berpesan kedepannya pihak Pemkot Tangsel harus lebih peduli dan mengapre- siasi para atlet yang membawa nama Kota Tangsel tersebut.

“Seharusnya walaupun tanpa medali, Pemerintah Tangsel pun bisa mengapresiasi para atletnya juga, karena mereka kan sudah berjuang.” tandansya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel melalui akun Instagramnya menyambut dan mengapresiasi atlet Tarung Derajat yang berasal dari Satpol PP Tangsel dan berhasil meraih prestasi medali perunggu di PON XX pada Jumat (15/10/2021). (Raf/Red)

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.