#Opini – Aktivitas motret-memotret kini sudah menjadi bagian dari keseharian manusia saat ini. Lihat saja perkembangan sosial media sekarang, siapapun bisa memproduksi konten fotografi. Baik kebutuhan hobi hingga kebutuhan menambah pundi-pundi uang alias profesional.

Di zaman yang serba canggih ini memotret bukanlah hal yang sulit lagi, kini cukup banyak media yang dapat kita gunakan untuk memotret, bisa dengan kamera ponsel, kamera pocket, kamera mirrorles, kamera DSLR, bahkan hingga kamera analog yang harus diproses terlebih dahulu menggunakan roll film. Aktivitas fotografi pun bisa dengan mudah untuk dilakukan.

Fotografi yang dalam istilahnya bermakna kegiatan merekam atau melukis cahaya, tidak sebatas hanya berhenti pada genre memotret pemandangan atau model saja, namun terdapat banyak sekali genre dalam fotografi. Jika kamu tertarik mendalami fotografi salah satunya ada jenis genre bernama fotografi jalanan atau ‘Street Photography’.

Street Photography adalah salah satu jenis fotografi dokumentasi yang berfokus terhadap aktivitas yang terjadi di jalanan atau ruang terbuka publik, dengan unsur suasana, hiruk pikuk dan elemen yang ada di ruang publik tersebut, sehingga hasilnya adalah cerminan kenyataan suatu lingkungan dari sudut pandang sang fotografer.

Objek yang ditangkap pun bisa bermacam- macam, bisa seperti aktivitas manusia, keadaan sekitar, kejadian yang spontan, fenomena cuaca, ataupun unsur momen atau gabungan objek yang menciptakan sesuatu yang bersifat artistik ataupun surealis, seperti  contohnya efek visual yang membuat seolah-olah seorang manusia berkepala binatang, dan sebagainya.

Konsep dasar street photography adalah memotret dimana saja dan kapan saja dengan memanfaatkan objek-objek disekitar. Oleh karena itu penting bagi seorang street photographer untuk selalu sigap, sabar dan peka dengan lingkungan yang dikunjunginya. Karena dengan skill tersebut, foto di tempat yang biasa bisa menjadi luar biasa karena kejadian dan momen yang tak terduga.

Ada pendapat dan pandangan yang bersifat ketat bahwa street photography dilakukan dengan tanpa adanya unsur rekayasa atau disengaja. Fotografer diharuskan membekukan sebuah kejadian berdasarkan insting secara apa adanya dan spontan dengan mengamati aliran aktivitas yang terjadi di lingkungan tersebut. Atau dalam hal ini biasa disebut candid. Namun ada pula yang memiliki pandangan yang membebaskan sang fotografer berinteraksi dengan objeknya sehingga pada gambar tersebut menghasilkan sebuah emosi pada gambarnya, sesuai yang diinginkan sang fotografer. 

Kini, street photography semakin dikenal luas dan populer, bila kita bepergian terutama di Jakarta, baik area stasiun, taman kota, pemukiman penduduk, hingga pesisir Kota Jakarta, akan cukup sering kita temui para pegiat street photographer yang sedang “Hunting”. Selain itu kini juga cukup banyak diadakannya lomba bertemakan street photography yang diadakan baik oleh para komunitas fotografi, media, instansi pemerintahan, maupun instansi pendidikan. 

Street Photography adalah genre fotografi yang cukup unik sekaligus menantang untuk digeluti. Sebab meskipun terlihat seperti foto “asal-asalan” karena kebanyakan objek foto jalanan adalah hal yang “remeh-temeh”. Namun ada banyak teknik dan strategi untuk mengambil gambar sehingga tidak asal-asalan dalam melakukannya.

Ada sejumlah saran dan tips untuk menjadi fotografer jalanan yang baik. Berikut ini beberapa diantaranya :

  1. Persiapkan Kamera.

Sebelum memulai hunting persiapkan gear apa yang akan kita bawa, fotografi jalanan memang tidak memiliki aturan baku harus menggunakan alat seperti apa. Usahakan membawa kamera yang ringan karena konsep dasar fotografi jalanan adalah berjalan, akan cukup merepotkan apabila kita membawa kamera yang berbobot yang cukup berat. Selain itu pastikan pasokan daya baterai dan memori penyimpanan yang cukup untuk digunakan sepanjang waktu memotret.

Selain itu pilih ukuran lensa yang akan dipakai, ada beberapa jenis lensa yang dapat digunakan mulai dari :

  • Lensa 16mm hingga 28mm.
    • Ini adalah lensa yang tepat untuk digunakan pada objek yang dekat sehingga cukup lebar area yang bisa ditangkap.
  • Lensa 35mm.
    • Lensa ini cukup banyak dipilih oleh para fotografer jalanan, alasanya adalah lensa ini hampir mirip dengan view pandang mata manusia, karena minimnya distorsi. Bukaan terbesar lensa ini biasanya adalah f1.4.
  • Lensa 50mm.
    • Lensa ini juga cukup sering dipakai para fotografer jalanan. Biasanya untuk memotret dengan jarak yang cukup. Lensa ini biasanya memiliki bukaan yang cukup lebar sehingga juga cocok untuk memotret saat malam, bukaan pada lensa ini biasanya antara f1.8, f1.4, f1.2, dan ada yang memiliki bukaan f1.0.
  • Lensa 85mm dan focal length diatasnya.
    • Ini merupakan lensa yang cocok dipakai para fotografer jalanan yang ingin memotret berjarak dan secara diam-diam tanpa diketahui objeknya, karena memiliki jangkauan optik yang cukup jauh.

Selain lensa, pastikan peralatan lain yang mungkin diperlukan untuk dibawa, seperti filter lensa, tripod dan alat untuk membersihkan kamera dari air maupun debu.Periksa dan Atur Settingan Kamera.

2. Periksa dan Atur Settingan Kamera.

Setelah memastikan peralatan sudah lengkap, selanjutnya adalah atur settingan kamera, karena poin ini sangat menentukan hasil yang kita potret. Penguasaan kamera dan teknik dasar fotografi sangat diperlukan untuk hal ini, yaitu segitiga eksposure yang meliputi Apperture atau Diafragma, ISO atau ASA, dan Shutter Speed atau Kecepatan Rana. Selain itu terdapat juga settingan custom tambahan yang berbeda pada setiap kamera, seperti White Ballance, dan lain-lain.Memahami Lingkungan dan Privasinya.

3. Memahami Lingkungan dan Privasinya.

Street Photography memang dilakukan di tempat umum, namun tidak semua tempat umum ramah dan memperbolehkan semua orang melakukan dokumentasi fotografi di area tersebut. Sehingga perlu diketahui apakah area tersebut diperbolehkan untuk melakukan aktivitas memotret, karena terdapat beberapa tempat yang membuat kebijakan ketat terutama pelarangan aktivitas dokumentasi di area sekitarnya. Apakah diperlukan izin dan sebagainya.

Selain itu pahami privasi orang lain, sebisa mungkin tidak menimbulkan masalah dikemudian hari akibat foto yang kita publikasi.Membaca Cahaya.

4. Membaca Cahaya.

Karena konsep dasar fotografi adalah melukis cahaya, perlu adanya skill untuk memahami jenis cahaya, sumber cahaya, arah cahaya dan efek cahaya. Karena cahaya dapat menentukan fokus objek.

Sumber cahaya tidak hanya berasal dari jalanan, namun bisa menggunakan flash dari kamera, baik itu flash internal maupun flash eksternal.Memilih Teknik Fotografi.

5. Memilih Teknik Fotografi.

Setelah mengamati lingkungan, pilih teknik fotografi yang cocok dan sesuai yang kita inginkan, ada macam-macam teknik fotografi, diantaranya : Bokeh, Slow Speed, Light Trail, Environmental, Minimalis, Leading Lines, Low Key, dan lain-lain.

6. Sabar dan Sigap Menangkap Momen.

Street Photography memiliki kecenderungan akan spontanitas karena dinamika di ruang publik sangatlah cepat berlalu. Sehingga seorang Street Photographer akan diuji kepekaan dan spontanitasnya untuk cepat menangkap momen, kemungkinan mendapatkan kesempatan yang menarik atau kejadian momen langka akan terhempas begitu saja apabila tidak peka dan sadar terhadap kejadian yang akan atau baru saja terjadi. Maka dari itu, seorang fotografer jalanan harus sabar dan cekatan mengambil momen.

Penulis : (Ilham Mochamad / Mahasiswa Universitas Pamulang)

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.