#Opini – Agrowisata merupakan kegiatan wisata yang memanfaatkan potensi pertanian atau perkebunan sebagai obyek wisata. Agrowisata menjadi potensi sumber pendapatan bagi para petani dan keuntungan di sektor pertanian. Pembangunan agrowisata sebagai kepariwisataan perlu didukung oleh masyarakat, karang taruna setempat, dan pemerintah desa. Dengan dukungan tersebut dapat menentukan keberhasilan jangka panjang dalam pengembangan agrowisata. Agrowisata berkaitan erat dengan eduwisata, karena agrowisata berkonsep berwisata sambil belajar.

Eduwisata merupakan konsep wisata yang menerapkan pendidikan atau pengetahuan kepada wisatawan yang berkunjung. Pengunjung dapat melakukan kegiatan wisata dan belajar dengan metode yang menyenangkan. Contoh konsep agrowisata sebagai eduwisata yaitu dengan menyediakan budidaya ikan. Pengunjung dapat melihat dan mempeajari langsung mengenai budidaya ikan. Atau pengunjung merasakan sensasi memetik buah dan memanen sayur sendiri. Selain itu konsep eduwisata yang bisa diterapkan yaitu menyediakan mini garden dengan berbagai tanaman dari pot limbah plastik. Sehingga pengunjung bisa mempelajari mengenai pengelolaan limbah, terutama limbah plastik yang tidak dapat diurai ditanah ini.

Kretivitas dan inovasi dalam pengelolaan limbah plastik sangat diperlukan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa yang berperan sebagai penggerak perubahan yang lebih baik, diharapkan dapat membantu permasalahan yang terjadi dimasyarakat. Contohnya dalam pengelolaan limbah plastik dari botol bekas air mineral. Botol bekas ini dapat dijadikan sebagai pot-pot media tanam yang menarik.

Pemanfaatan Kreativitas Limbah Plastik Bersama Karang Taruna Kunciran

Di agrowisata Kampung Gempol banyak dijumpai sampah botol plastik yang tidak dimanfaatkan. Padahal botol plastik ini dapat dikelola menjadi pot-pot media tanam. Adapun langkah pertama yang dilakukan adalah memotong botol bekas menjadi 2 bagian.

Setelah itu melubangi bagian bawah botol yang berfungsi sebagai aliran air ketika disiram ke tanaman agar tanahnya tidak menjadi terlalu basah.

Jika botol bekas ini digunakan sebagai pot untuk tanaman gantung ke empat sisi bagian atasnya dapat dilubangi dan ditambahkan tali. Botol bekas dapat di cat dengan aneka warna agar terlihan semakin menarik. Setelah itu masukkan tanah ke dalam botol dan beri pupuk juga bibit tanamannya.

Maksud dan tujuan dari pelaksanaan program ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama karang taruna setempat mengenai bagaimana mengembangkan agrowisata sebagai eduwisata salah satuya dengan membuat mini garden dengan pot-pot nya berasal dari limbah plastik, yaitu botol bekas air mineral. Sasaran yang ingin dicapai adalah karang taruna setempat yang berperan sebagai pengelola agrowisata.

Kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMkM) ini telah dilakukan pada tanggal 16-17 Oktober 2021 oleh Mahasiswa Universitas Pamulang Prodi Akuntansi S1 bertempat di Kampung Gempol, Kunciran-Kota Tangerang. Adapun judul dari Pengabdiam Mahasiswa Kepada Masyarakat (PMkM) ini yaitu: “Pengembangan Agrowisata Sebagai Eduwisata Lokal dengan Pemanfaatan Kreativitas Limbah Plastik Bersama Karang Taruna Kunciran”.

Kegiatan pengabdian mahasiswa ini di hadiri oleh Bapak Surdi Labe selaku Ketua Karang Taruna Kunciran dengan anggota karang taruna yang hadir terdiri dari 10 orang. Dan Mahasiswa Universitas pamulang yang terdiri dari Dwi Wulandari selaku Ketua Pelaksana dengan anggota yang terdiri dari Eni Setiawati, Putri Nur Pratiwi, dan Rani Widiastuti. Dengan dosen pembimbing Ibu Suci Muanifah, S.E., M.Ak. (***)

Penulis:

Dwi Wulandari, Eni Setiawati, Putri Nur Pratiwi, dan Rani Widiastuti.

Mahasiswa Universitas Pamulang

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.