Rokok Sebabkan Kanker

#Opini – Apa itu penyakit kanker (cancer)? Kanker (cancer) adalah penyakit yang mulai terjadi pada salah satu organ atau jaringan di tubuh akibat sel abnormal tumbuh tidak terkontrol, menyerang area di sekitar atau menyebar ke organ lain. Penyakit ini tercatat menyebabkan kematian terbanyak kedua di dunia.

Pada dasarnya, tubuh terdiri triliunan sel yang tersebar di setiap organ. Sel ini tumbuh, berkembang, menua dan mati, kemudian kembali tergantikan oleh sel baru. Sayangnya, sel bisa saja bekerja secara abnormal tanpa kendali.

Sel abnormal mengalami kesalahan pada sistem, sehingga sel yang rusak tidak mati dengan sendirinya. Sel justru terus menggandakan dan memperbanyak diri sebanyak-banyaknya secara agresif hingga jumlah yang sudah tak bisa dikendalikan lagi.

Jumlah sel yang berlebihan ini dapat menumpuk, menimbulkan tumor. Itulah sebabnya, penyakit kanker disebut juga dengan tumor ganas. Namun, tumor jinak berbeda dengan penyakit kanker.

Mengapa rokok bisa menyebabkan kangker ?

Cancer Research UK pernah mengungkapkan merokok adalah salah penyebab terbesar kanker yang sebenarnya masih dapat dicegah. Bahan kimia dalam asap rokok memasuki aliran darah dan mempengaruhi seluruh tubuh manusia. Hal ini yang membuat anggapan rokok menyebabkan kanker bukan sekadar gurauan.

Begitu banyak jenis kanker yang dapat berkembang di tubuh manusia akibat rokok. Tubuh manusia dirancang untuk menghadapi kerusakan yang datang dari luar, tetapi tubuh tidak sepenuhnya mampu mengatasi jumlah bahan kimia berbahaya dalam asap rokok. Jadi, berhenti merokok adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan dari risiko kanker.

Rokok dilaporkan mampu menyebabkan 15 jenis kanker. Cancer Research UK mengungkapkan bahwa kebiasaan buruk  ini menyebabkan sekitar 7 dari 10 kasus kanker paru-paru di Inggris, yang juga merupakan penyebab paling umum kematian. Rokok menyebabkan kanker seperti kanker mulut, faring (tenggorokan atas), hidung dan sinus, laring (kotak suara), kerongkongan (pipa makanan), hati, pankreas, lambung, ginjal, usus, ovarium, kandung kemih, leher rahim, dan beberapa jenis kanker darah seperti leukemia.

Terdapat sekitar 5000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh, hanya dari asap rokok saja.

Kandungan rokok yang bersifat racun tersebut berpotensi merusak sel-sel tubuh. Selain itu, senyawa dalam asap rokok juga bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Di dalam rokok, terdapat 250 jenis zat beracun dan 70 jenis zat yang diketahui bersifat karsinogenik.

Kandungan tersebut berasal dari bahan baku utama rokok, yaitu tembakau. Selain itu, bahan pewarna yang biasa dipakai untuk membuat tampilan rokok lebih menarik, dapat memperbesar potensi racun dari rokok. Sifatnya yang memberikan efek adiktif atau kecanduan, juga tidak boleh dilupakan.

Hal lain yang patut diperhatikan adalah kemampuan beberapa bahan kandungan rokok yang bisa mengubah sifat fisik dari asap rokok, sehingga kadar racun dan nikotin di dalam tubuh seorang perokok menjadi lebih tinggi.

Seperti yang di alami bapak Ujang (49) pekerja bangunan yang aktif merorok, beliau di diagnosa terkena kanker Nasofaring stadium 4 pada tahun 2020 awal . 

Ya , penyakit ini memang sedikit terlambat di ketahui oleh beliau baru ketahuan di stadium 4, hal ini dikarnakan selama 2 tahun kebelakang dengan keluhan-keluhan yang ia rasakan seperti hidung tersumbat, berlendir, sulit bernafas, kepala pusing ( tepatnya di bagian dahi atas hidung ). Beliau selalu di diagnosa sinusitis oleh dokter tempat rumah sakit beliau berobat, sudah berbagai macam tahapan pengobatan ia jalankan sampai operasi sinus pun dilakukan tetapi hasil nihil karena tidak mengobati yang seharusnya menjadi penyakit tersebut. 

Ketika sang anak menyarankan pindah rumah sakit dan bertemu dokter THT lainnya dan menjelaskan keluhan yang dirasakan hingga penjelasan terkait operasi sinusitis tetapi belum berhasil, dokter kembali me-rotgen pak Ujang dan menyatakan penyempitan konka hidung , akhirnya operasi konka pun dilaksanakan . Tetapi pasca operasi keluhan masih di rasakan dan di tambah mata pak Ujang semakin juling ( jereng ) dan pipi kebas, ternyata salah diagnosis untuk kedua kalinya.

Dokter khawatir akan gejala-gejala tersebut akhirnya dokter mengambil tindakan biopsi untuk mengetahui hasil dari penyakit Pak Ujang dan pada akhirnya februari 2020 beliau dinyatakan kanker nasofaring stadium 4, beliau dan keluarga sangat terpukul akan diagnosis tersebut. 

Beruntung bertemu dokter yang baik membantu proses pengobatan dengan jalan BPJS, sang dokter menjelaskan, membimbing, sampai menolong untuk merujuk ke rumah sakit pilihan untuk pengobatan beliau, dari harus tambal gigi sampai kemoterapi. 

Dapat di bayangkan seorang yang tidak mempunyai gaji tetap, terkena penyakit serius  karna tidak menjaga kesehatan, biaya pengobatan di tanggung BPJS, tapi untuk transportasi, kebutuhan sehari-hari, anak sekolah, makan sekeluarga ? 

Itu berdampak besar bagi keluarga beliau .

Pelajaran  

Penyakit memang Tuhan yang memberikan, tetapi kita wajib menjaga badan agar tetap sehat dengan pola kehidupan yang sehat untuk pencegahan. 

AYOO..  sadar akan bahaya rokok sedari sekarang !!!

Butuh waktu bagi Pak Ujang saat dinyatakan mengidap kanker. Tapi, pada akhirnya ia bisa menerima kondisi itu dan berusaha berjuang sekuat tenaga. Ia pun menarik hikmah besar dari semua yang dialami.

Ia pun mengingatkan bahwa keluarga adalah segalanya. Hal itu terlihat dari dukungan istri dan anak-anaknya saat ia berjuang melawan kanker. Karena itu, ia kini menjadi lebih dekat dengan keluarganya.Support keluarga itu penting banget

Ia pun berpesan kepada siapapun untuk menjaga kesehatan. Sebab, rata-rata kanker bisa dicegah dengan gaya hidup bersih dan sehat. Sebab, berjuang melawan kanker bukan hal menyenangkan. “Yang penting adalah melakukan tindakan preventif ketimbang mengobati. Deteksi dini juga perlu dilakukan. Jadi, kalau ada apa-apa dan ketahuan sejak dini lebih mudah diatasi.” 

Penulis : Lisa Amelia 

NIM : 171011200067

Universitas Pamulang

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.