Serpong – Bimbingan Teknis (Bimtek) Jurnalistik dengan tema Melalui Bimtek Jurnalis, Kita Tingkatkan Profesionalisme para Jurnalis di Kota Tangsel yang dilaksanakan pada hari Senin (21/11-2016) di Resto Bupe, Kel. Cilenggang, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Acara yang dilaksanakan oleh Dishubkominfo Kota Tangsel dihadir sekitar 50 peserta dari berbagai media di Kota Tangsel.

Sebagai narasumber hadir Humas Pemkot Tangsel, Dedi Rafidi, Anggota Dewan Pers, Imam Wahyudi, Ketua PWI Tangsel, Junaidi, dan Kasie Informasi Dishub Kominfo Tangsel, Cahyana.

Dalam penyampaian Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi (Dishub) Kota Tangsel, H. Sukanta mengatakan ini adalah bulan terakhir dishub dan kominfo berpisah. Dalam kesempatan ini, dirinya juga berharap adanya kerjasama agar terus ditingkatkan, jangan sampai ada miss communication diantara rekan-rekan pers.

“Melalui bimtek ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan ilmu jurnalistik serta pengawasan tentang Undang-undang jurnalistik kepada wartawan serta untuk menggali ilmu dari para narasumber,” katanya.

Hal ini sangat penting untuk mengakomodir rekan media dalam hal pemberitaan, bagaimana menggali ilmu dengan narasumber dan lainnya.

“Kami berharap agar kominfo dapat menjadi salah satu ‘mata’ dari Walikota Tangsel,” ujar H. Sukanta.

Dari narasumber Komisi Pengaduan Dewan Pers, Imam wahyudi menyampaikan hal-hal yang harus dijalankan dalam profesi kewartawanan, yakni harus bisa menjalani beberapa element jurnalistik diantaranya adalah pencarian kebenaran, loyalitas kepada warga negara yang mengacu pada kepentingan publik, privacy, accessibillity, disiplin verifikasi, accuracy, integrity, independent impartiality.

Memantau keleluasaan kontrol sosial, forum publik untuk saling kritik dan menemukan kompromi, sajian menarik dan relevan, kemprehensif dan proporsional yang berimbang dan tidak melupakan konteks keseimbangan dan mendengar hati nurani juga perlu diperhatikan dalam menjalani profesi ini.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel Junaidi mengatakan seorang jurnalis harus memenuhi kompetensi seperti yang distandarisasikan oleh Dewan Pers.

Menurutnya, seorang jurnalis adalah profesi yang dapat dipertanggung jawabkan.

Untuk memenuhi kompetensi tersebut, jurnalis harus bekerja di media pers yang berbadan hukum sesuai dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Bergabung dalam organisasi profesi wartawan yang diakui negara dan Dewan Pers serta mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diuji oleh Dewan Pers.

“Bukti seorang wartawan berkompeten memiliki 3 kartu. Pertama, kartu media tempat bekerja, kartu anggota yang tergabung dalam organisasi profesi seperti PWI, AJI, IJTI dan dinyatakan kompetensi dengan memiliki Kartu Dewan Pers,” pungkasnya. (*)

Penulis  : IsOne/Sugeng

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.