Pengembangan Urban Farming Melalui Pelatihan Hydroponic Kepada Generasi Muda Perkotaan

Opini – Masa pandemi Covid-19 belakangan ini merubah banyak pola kehidupan masyarakat. Mulai dari aktivitas di luar ruangan sampai di dalam ruangan pun di batasi untuk memperkecil penyebaran virus covid 19. Salah satu cara untuk menjagakekebalan tubuh dari bahaya virus adalah menjaga pola makan sehat seperti memakan sayur dan buah. 

Dari adanya virus ini salah satu yang terdampak dari adanya covid 19 adalah para pelajar (generasi muda) , Pelajar yang seharusnya mendapatkan pengajaran secara langsung  kini harus di rumahkan, banyak orang tua yang khawatir dengan kondisi pengajaran online, karena  banyak para siswa tidak memahami materi yang di sampaikan dan menjadi malas dalam belajar.

Kabar baiknya belakangan ini aktivitas sudah mulai berangsur normal, seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah pun sudah mulai aktif. Para siswa sangat menyambut antusias pengajaran offline yang di lakukan di sekolah, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pengembangan Urban Farming Melalui Pelatihan Hydroponic Kepada Generasi Muda PerkotaanPengembangan Urban Farming Melalui Pelatihan Hydroponic Kepada Generasi Muda Perkotaan

Dalam kesempatanya para Mahasiswi Prodi S1 Akuntansi dari Universitas Pamulang melakukan kegitan  Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan melakukan pelatihan kepada siwa dan siswi SMP PGRI 02 CIPUTAT  yang berada di  Jl. Cendrawasih Raya, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, untuk dapat mengenal sistem tanam hydroponik di daerah perkotaan. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar generasi muda lebih produktif dalam memanfaatkan waktu. Selain itu  para siswa dan sisiwi juga bisa mendapatkan penghasilan dari hasil panen sayur dan buah yang di tanam dari sistem hydroponik.

Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 23 Oktober 2021. Dengan antusias yang besar, kegiatan ini dilaksanakan secara offline (tatap muka) di mulai pada pukul 09. 00 WIB dan selesai pada pukul 12.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 30 siswa dan siswi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. 

Kegiatan PKM ini diisi dengan penyampaian materi kemudian di lanjut kegiatan praktik mulai dari teknik dalam menanam serta alat dan bahan yang di butuhkan untuk menanam sayur-sayuran seperti sawi, bayam dan lettuce. Walaupun di tengah kegiatan PKM ini ada beberapa yang mengalami kesulitan, tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat para peserta. Karena pada akhir kegiatatan para siswa dan siswi bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Akan tetapi untuk sistem tanam hydroponik  ini memrlukan perawatan setiap hari dan juga masa panen kurang lebih dua minggu.

Penulis : Siti Chizatun Fitriyah

0/5 (0 Reviews)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.