Serpong – Operasi Gabungan Yustisi digelar Dinas Pendudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan di BSD Square depan Teras Kota Kecamatan Serpong Kota Tangerang Selatan.

Operasi yang dilakukan dilakukan gabungan bersama Satpol PP, Dishub, Polri, TNI, BNN Tangsel, Imigrasi serta Pengadilan Negeri, petugas kecamatan yakni dan berhasil menjaring 85 warga dan 1 orang WNA warga Finlandia dan dikenakan sanksi administratif.

Sejumlah warga atau pengguna jalan yang melintas dihentikan dan diperiksa identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP) nya, langkah itu bertujuan untuk mengecek perbandingan pengguna KTP Elektronik dan Manual di Kota Tangsel.

Kabid. Kependudukan Disdukcapil Kota Tangsel, Heru Sudarmanto menjelaskan, operasi yustisi saat ini selain bertujuan untuk mendata pemilik e-KTP, sekaligus sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar selalu membawa identitas diri yang berlaku.

“Hasilnya kita jadikan contoh untuk melihat seberapa banyak yang masih tidak menggunakan e-KTP,” kata Heru kepada awak media, Selasa (22/11-2016).

Mereka yang kedapatan tak membawa KTP atau masa berlakunya sudah habis langsung menjalani sidang di tempat.

“Ada 85 orang yang terkena Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Mereka diberikan sangsi denda hingga kisaran Rp50 ribu per orang,” ujar Rahmadi Seno, selaku petugas Pengadilan Negeri di lokasi. (*)

Penulis : IsOne/Sumantri

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.