Pondok Aren – Dalam kunjungan H.Rano Karno,S.I.P bersama rombongan dikediaman tokoh masyarakat Gawing untuk bersilaturahmi dengan “KOPER”, yang merupakan Komunitas  Pendukung Rano Karno, yang ada di Parigi Baru selepas mengunjungi daerah Larangan, Cipadu, Kota Tangerang.

Sebelum melanjutkan perjalanan, rombongan H. Rano Karno,S.I.P ke Pondok Karya untuk menghadiri pergelaran Wilujengan Nagari (Wayangan), Kecamatan Pondok Aren, semoat memberikan keterangan kepada awak media.

Baca Juga :  Biddokes Polda Banten dan Urkes Tangerang, Gelar Bhakti Kesehatan HUT Lalu Lintas

“Sekarang saya lagi cuti jadi Gubernur,  jadi tidak ada kebijakan apa – apa. Saya hanya menunggu keputusan saja, “ ujarnya kepada awak media, Rabu (7/12-2016).

Terkait, masalah SMA dan SMK kewenangannya ada di Provinsi, H. Rano Karno,S.I.P, menanggapi permasalahan itu,  ia mengatakankan, sebelum adanya pelimpahan Pendidikan SMA/SMK anggaran 400 Milyar dan kedepan anggaran akan mencapai 1,7 Triliun.

Baca Juga :  Wahidin Halim, Partai Pengusung Agar Selalu Solid

Mengapa,  karena propinsi akan menggaji minimal 6000 guru, belum lagi pengadaan sarana prasarana, dan kelas  baru. Ini merupakan tanggung jawab propinsi kedepannya.

“Kalau ditanya pendidikan gratis, saya belum bisa jamin, kecuali APBD kita sama dengan DKI Jakarta sebesar 68 Triliun. Sedangkan APBD Banten belum sampai 10 Triliun.” katanya Rano Karno.

Baca Juga :  Dinkes Kota Tangsel Gelar Sosialisasi Sertifikasi IRT-P

“Ini bukan pekerjaan ringan sebab secara langsung propinsi harus menyiapkan Ujian setara Nasional yang menjadi standar propinsi. Jelas ini karena waktu yang singkat dan tidak ada tentang pengalihan anggaran.” ujarnya lagi.

“Saya berharap dengan terbangunnya presepsi yang sama akan dapat menciptakan harmonisasi dan sinergitas yang optimal.” pungkas Cagub Petahana Banten 2017. (*)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.