Tangsel – “Kamu sudah saya laporkan ke Polres TangSel karena kasus penculikan dan kamu akan dipenjara selama 25 tahun. Kalau kamu ingin laporan dicabut dan tempat ini tidak ditutup kamu harus bayar 3 juta,” begitulah sepenggal kalimat dari modus pelaku memeras para pemilik tempat hiburan.

Seorang pria di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel) diamankan pihak berwajib lantaran mengaku sebagai anggota Polri untuk meminta fasilitas dan sejumlah uang kepada pengelola tempat-tempat hiburan.

Baca Juga :  KPU Kabupaten Tangerang Sepakat Tolak Hoax, Sara Dan Politik Uang

Pelaku H alias A mengaku sebagai anggota Polri untuk menakut-nakuti bos tempat hiburan di Tangsel. Tujuannya tak lain untuk meminta sejumlah uang kepada pemilik tempat hiburan.

Kapolres Tangsel AKBP Ayi Supardan menjelaskan, tersangka H alias A adalah seorang pengangguran yang mengaku sebagai polisi untuk meminta fasilitas dan sejumlah uang.

Alhasil dengan pengakuan palsu tersebut H mendapatkan sejumlah uang senilai 1,5 juta rupiah.

Baca Juga :  BasketBall Kapolres Tangerang Selatan Cup II berlangsung hari ini

“Tersangka kita amankan di Taman Tekno 2, Setu pada 3 Januari lalu, dari tangan tersangka penipuan tersebut diamankan pula sebuah kalung kewenangan penyidik Polri, uang sebesar 1,5 juta rupiah, dan sebuah borgol,” jelas Ayi kepada awak media, Sabtu (07/01/2017).

Kapolres juga menghimbau agar masyarakat khususnya pelaku usaha agar tidak mudah percaya begitu saja kepada oknum yang mengaku sebagai aparatur negara yang seolah – olah akan menjalankan kewenangannya sebagai polisi.

Baca Juga :  Hadapi Revolusi Industri 4.0, Polri Resmikan Assesment Center

Silahkan lakukan klarifikasi dengan menunjukan identitas ataupun surat yang melengkapi. (TO)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.