Pondok Aren – Eksploitasi anak secara seksual dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur terjadi pada hari Sabtu (19/3-2016) sekitar pukul 12 siang di Salon Tika, Jalan Setiabudi, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan.

Berdasarkan informasi masyarakat sekitar Pondok Kacang Timur, Salon Tika diduga sering dijadikan tempat prostitusi sejak 1 tahun yang lalu. Selanjutnya, tim anggota Polres Tangsel menggeledah tempat tersebut.

Saat digeledah oleh Tim Anggota Reskrim di tempat tersebut, kedapatan tersangka yang berinisial (D) sedang melakukan hubungan badan dengan Inisial (PP), kemudian pelaku dan tersangka tersebut diamankan dan dibawa untuk diproses lebih lanjut.

“Kejadian ini berdasarkan laporan dari masyarakat dan penangkapannya pada 19 Maret 2016 jam 12.15 WIB,” terang Kapolres Tangsel, AKBP Ayi Supardan.

Setelah diselidiki oleh Kasat Reskrim AKP Samian, Korban PP masih berusia 15 tahun dan ia dipekerjakan sebagai karyawan Salon Tika. Sedangkan tersangka D (38) merupakan seorang karyawan swasta, pengguna jasa prostitusi warga Pondok Kacang Timur dan tersangka SS (45) sebagai Mami di salon tersebut, warga Pondok Kacang Timur.

“Korban PP adalah karyawan di Salon Tika itu sedangkan tersangka D yang menggunakan jasa Salon Tika sedang berhubungan badan dengan korban PP, sedangkan SS adalah pemilik Salon Tika,” jelas Kasat Reskrim, AKP Samian, SH, S.Ik, M.Si.

Lebihlanjut Kasat Reskrim, AKP. Samian, SH dalam rilisnya (5/4-2016) yang berlangsung di Polres Tangsel bahwa korban (PP) dijanjikan imbalan Rp 250.000 oleh pelaku (D) apabila ia mau melakukan hubungan badan dengannya. Sedangkan tersangka (SS) selaku pemilik salon mendapatkan keuntungan Rp 100.000 dari hasil yang didapatkan korban (PP). Hal ini jelas bahwa tersangka (SS) melakukan perdagangan manusia (human traffick) di tempat usahanya tersebut.

Dalam kejadian tersebut Polres Kota Tangsel saat ini mengantongi sejumlah barang bukti yaitu 1 (satu) buah celana jeans panjang warna biru, 1 (satu) buah baju lengan pendek warna biru muda, satu buah BH warna biru, satu buah celana basic pendek warna loreng, satu buah CD warna ungu, satu celana jeans panjang warna biru, satu kaos warna putih, satu buah celana dalam warna putih, satu buah kasur, satu buah karpet, dan satu buah spanduk Salon Tika.

Tersangka D yang melakukan hubungan badan terhadap anak dibawah umur dikenai sanksi berupa pasal 88 UU RI No. 35 tahun 2014 dan pasal 81 UU No. 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sedangkan pemilik Usaha Salon berkedok Prostitusi tersebut SS menyangkal bahwa korban (pp) tidak dipaksa untuk melakukan hubungan badan dengan tersangka D. Ia menyebut korban PP sudah biasa dalam melakukan pelayanan kepada pelanggan-pelanggan di salonnya.

Untuk penyelidikan lebihlanjut korban yang masih dibawah umur dan karyawan Salon TIKA lainnya dibawa ke Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA) Cipayung Jakarta perlindungan hukum. (IsOne).

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.