Pondok Aren – Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) H.Mathodah menyatakan untuk memaksimalkan potensi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2016, Pendidikan Vocational seperti Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus melakukan tiga hal yakni penjaminan mutu, mengoptimalkan promosi dan membuka jaringan pasar kerja.

Hal tersebut penting dilakukan mengingat persaingan dunia kerja ke depan semakin kompetitif.

“Apalagi kota Tangsel tahun ini menjadi tuan rumah Forum Unesco – Word Technopolis Association (WTA) 2016, hal yang bisa saya simpulkan adalah harus segera melakukan penjaminan mutu, promosi dan membuka pasar kerja,” kata Mathodah, saat menghadiri acara Lomba Kesenian Siswa (LKS) SMK Negeri II Tangsel dan Job Matching yang digelar dihalaman SMK Negeri 2, Jalan Pondok Aren Raya, Kota Tangsel, Jumat (15/04-2016).

Mathodah menjelaskan kualitas/mutu keahlian dan produk yang dihasilkan SMK hendaknya memenuhi standar internasional sehingga nantinya dapat langsung bekerja diberbagai perusahaan. Oleh sebab itu harus ada kerjasama atau pemahaman yang sama antara pengelola pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Ia mengungkapkan acara ini sekaligus menjadi ajang promosi kompetensi lulusan Perguruan Tinggi dan SMK pada dunia usaha dan dunia industri sebagai pengguna tenaga kerja.

Menurutnya, lulusan SMK akan memiliki kompetensi sesuai keahliannya, keterampilan hidup dalam beradaptasi dan belajar sepanjang hayat (life long education).

“Cukup banyak jenis produk SMK Kota Tangsel, seperti akutansi, multimedia, teknik kendaraan ringan dan teknik sepeda motor,” ungkapnya.

Terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Tangsel, H. Mathoda berharap pemerintah sebaiknya segera membuka jaringan pasar kerja seluas-luasnya dengan berbagai pihak.

“Sama-sama membutuhkan, perusahaan ingin pekerja berkualitas dan lulusan SMK juga ingin pekerjaan yang layak jadi saling mendukung. Makanya harus saling berkomunikasi,” pungkasnya. (Isone/Abah)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.