Serpong – Menjaga warisan budaya tradisional bukan hanya mencakup perlindungan tetapi juga pengembangan nya dan pemanfaatan sehingga tercipta nilai tambah. Pengembangan dan pemanfaatan budaya tradisional dalam bidang pariwisata mengalami perkembagan pesat dan menjadi tuntutan.

Presiden Tangsel Club, Uten Sutendy mengatakan saat ini Tangerang Selatan akan menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Hal yang cukup menggembirakan dari perkembangan yang terjadi disektor pariwisata Kota Tangsel tersebut adalah ketertarikan wisatawan terhadap wisata berbasis budaya tradisional,” ujar Uten Sutendy, Jum’at (18/8-2017).

Selain kuliner berbasis tradisi, menurut Uten, lokasi wisata dengan kebudayaan lokal yang masih asli juga menjadi tujuan wisatawan. Ketertarikan wisatawan tersebut bahkan sudah disikapi oleh pemerintah dengan menciptakan objek wisata “Tandon Ciater”, hingga tempat makan dengan konsep budaya tradisional.

Menyikapi perkembangan tersebut, Tangsel Club mengadakan Forum Discussion Group (FDG) bersama Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kota Tangsel, Praktisi Pendidikan, Antropologi dari UI, Praktisi Seni dan Ahli Kebudayaan Cina di Resto Kampung Anggrek pada Senin, 28 Agustus 2017 mendatang.

Tema dalam Forum Discussion Group adalah “Membangun Tangsel Berbasis Budaya”, setidaknya ada tiga target utama yang hendak dicapai. Target pertama penyelamatan atau pewarisan seni budaya tradisional melalui sektor pariwisata, menumbuhkan semangat usaha dikalangan seniman muda dan membangun destinasi pariwisata berbasis budaya tradisional.

Beberapa destinasi wisata berbasis budaya tradisional yang mulai banyak diminati adalah Tradisi Betawi “Palang Pintu”, Kampung Silat Beksi Parigi, Lenong dan Ganjuran. Beberapa lainnya tengah dikembangkan di Kota Tangerang Selatan. (*)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.