Serpong – Tingkah laku para calon anggota legislatif (caleg) serta politisi partai yang seringkali mengumbar janji dan pada akhirnya banyak yang mengingkari, membuat sebagian besar masyarakat tidak mempercayai partai politik dan juga anggota dewan (wakil rakyat).

Haltersebut juga dikemukakan oleh Rusmin Nuryadin atau yang dikenal dengan Bang Yos salah seorang tokoh pemuda Tangerang Selatan (Tangsel).

Saat dimintai tanggapannya di Taman Kota 1 BSD pada Kamis (19/10/2017) siang, Bang Yos mengemukakan bahwa, komitmen, mentalitas serta moralitas dari para calon anggota legislatif (caleg) dan juga anggota dewan saat ini mayoritas atau 90 persen berperilaku Munafik.

“Sepengetahuan saya, semua politisi partai dan calon-calon anggota legislatif itu Munafik. Mengapa Munafik, karena semua politisi partai dan para caleg itu diawalnya semua mengumbar janji untuk meminta dan mendapatkan dukungan suara dari warga masyaakat. Saat kampanye mereka membuka waktu pintu rumah dan handphone dua puluh empat jam untuk menerima keluhan masyarakat pemilih, akan tetapi setelah mereka jadi dan terpilih, mereka mulai sulit ditemui dan nomor handphone nya pun pada diganti,” tandas Bang Yos.

Sementara itu ditempat yang sama, Tb. Ardhiansyah Maulana Ketua Departemen Sosial Politik, Dewan Pengurus Agung (DPA) Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (GMPRI) menyatakan hal senada dengan Bang Yos.

Menurut Tb. Maulana, perlunya kesadaran dari masing-masing individu orang partai dan dan para politisi serta calon anggota dewan bahwa, mereka ada dan bisa  menjadi wakil rakyat di DPR RI maupun DPRD karena adanya amanah dan kepercayaan dari suara masyarakat.

“Apriori yang berkembang di masyarakat belakangan ini sangat memprihatinkan, mereka berfikir bahwa politik adalah sampah, padahal jika di dengarkan keluhannya tentang sudut pandang demikian, adalah sebuah hal yang wajar, karena sosok pelaku politik atau politisi yang mereka kenal selalu mengingkari janji, artinya bisa di garis bawahi bahwa bukan politiknya yang sampah, tetapi janji politiknya yang menjadi masalah,” terangnya.

Pemuda yang akrab di sapa Adhit ini juga menambahkan bahwa, pelanggar politik semestinya di hukum moral.

“Saya sangat sering mendengar cibiran masyarakat terkait dengan pelanggaran komitmen yang terjadi, diantaranya adalah tidak menepati janji terhadap apa yang di ucapkan ataupun di tuangkan dalam fakta itegritas kepada masyarakat, salah satu jalan keluarnya adalah sanksi moral, panggil saja temen temen wartawan, lalu point atau janji apa yang di tagih oleh masyarakat, ya sudah pasti langkah persuasif juga mesti di tempuh, seperti audensi, bila tidak di gubris juga ya silahkan saja gelar aksi dan diliput oleh teman teman media, agar masyarakat tahu politisi tersebut telah ingkar janji,” pungkasnya.(*)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.