Ciputat – Kantor Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) didatangi para mahasiswa Koalisi Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Islam (KOMPI) Kota Tangsel melakukan unjuk rasa, Jum’at (26/01-2018) di depan kantor Balai Kota Tangerang Selatan Jln. Maruga Raya Kel. Serua Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan.

Aksi Unjuk Rasa (AUR) terkait Usut Tuntas Dugaan Suap dan Pungli di Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan, oleh Elemen Koalisi Organisasi Mahasiswa dan Pemuda Islam (KOMPI) dengan Korlap. Shibghotulloh.

Dengan alat peraga yang digunakan berupa pengeras suara/ megaphone 1 buah, Spanduk 1 buah bertuliskan “Copot Kadishub atau Airin Mundur” dan selebaran aksi.

Dalam orasinya Korlap. Aksi Shibghotulloh menyampaikan beberapa tuntutan diantaranya meminta Walikota Tangerang Selatan untuk segera mencopot Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang diduga menyalahgunakan kewenangannya demi kepentingan pribadi, dan meminta pihak Kejaksaan Agung dan Kepolisian untuk segera memeriksa dan menindak secara tegas semua OKNUM Pejabat di Jajaran Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan yang terlibat khususnya Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan.

Sedangkan dalam selebarannya disebutkan, menginjak satu Dekade berdirinya Kota Tangerang Selatan sebagai Kota Pemuda dengan selogan Cerdas, Modem dan Religius ternyata masih banyak menyisakan pertanyaan terkait buruknya kinerja Birokrasi pemerintahan Kota Tangerang Selatan.

Reformasi birokrasi yang menjadi agenda Utama dalam Sistem Otonomi Daerah ternyata belum bisa menciptakan iklim birokrasi yang sehat di Kota Tangerang Selatan.

Buruknya kinerja Aparatur Sipil Negara seolah luput dari pantauan Walikota dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang Selatan.

Salah satunya adalah persoalan suap dan Pungli yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum kepala dinas. Dua permasalahan ini seharusnya sudah menjadi agenda utama setiap pemerintahan daerah dalam upaya menciptakan iklim birokrasi untuk menunjang kemajuan pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Koalisi Organisasi Mahasiwa Dan Pemuda Islam Kota Tangerang Selatan (KOMPI TANGSEL) berupaya untuk menekan pemerintah Kota Tangerang Selatan agar segera mengevaluasi kinerja OPD yang menghambat pembangunan daerah.

Salah satunya adalah dinas perhubungan Kota Tangerang Selatan dengan berbagai permasalahan suap dan pungli yang diduga melibatkan Kepala Dinas Perhubungan.

Dalam selebaran itu juga disebutkan ada beberapa kasus suap dan pungli berupa dugaan suap pada proyek konsultan jasa pengawasan pembangunan terminal Pondok Cabe tahun 2015 dengan nllai hampir mencapai 500 juta rupiah dari APBD Kota Tangerang Selatan.

Kasus alih fungsi lahan terminal BSD yang saat inl meniadi lahan parkir komersil, dimana alih fungsi tersebut tidak diatur dalam perda ataupun perwal, sehingga kuat dugaan adanya indikasi suap dalam proses alih fungsi Iahan tersebut.

Biaya besar dalam proses mendapatkan rekomendasi yang dikeluarkan dinas perhubungan oleh pengusaha parkir untuk mendapatkan izin pengelolaan Iahar parkir komersil, dan proses mengarah pada kegiatan pungutan liar (PUNGLI) yang di duga bermuara ke Kapala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan.

Aksi yang berlansung hanya 10 menit itu, setelah melakukan orasi dan yel-yel membubarkan diri dengan tertib. (*)

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.