SERANG – Sebanyak tiga pasangan calon (Paslom) Walikota dan Wakil Kota Serang menyatakan siap untuk tidak melakukan politik uang dan politisasi sara pada perhelatan Pilkada Kota Serang 2018. Hal itu terlihat pada saat para paslon mendeklarasikan stop politik uang yang digelar Panwaslu Kota Serang di salah satu hotel di Kota Serang, Rabu(14/2/2018).

Disela-sela acara Ketua Panwaslu Kota Serang, Rudy Hartono mengatakan, digelarnya deklarasi stop politik uang dan sara karena tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan pilkada 2018 terjadi indikasi kecurangan.

“Deklarasi ini mengajak seluruh pihak terkait dan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut dalam memerangi kecurangan yang bisa terjadi pada saat Pilkada Kota Serang,” ujarnya.

Rudi juga mengimbau, agar kepada semua unsur terkait juga bisa bersungguh-sungguh dan berkomitmen dalam pilkada dikota Serang bebas politik uang yang bersih.

Sementara itu Komisioner KPU Banten, Saeful Bahri mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan Pilkada Serentak di 4 kabupaten/kota, Kota Serang adalah yang paling rawan karena terdapat 3 pasangan calon.

“Sedangkan di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kabupaten Lebak semuanya calon tunggal. Makanya Kota Serang sangatlah rawan,” ungkapnya pada saat acara Panwaslu Kota Serang.

Saeful juga mengimbau kepada KPU Kota Serang untuk selalu mengatisipasinya dengan cara mengkampanyekan melalui medsos dan sosialisai di lingkungan masyarakat di Kota Serang. Agar bisa mencegah adanya kecurangan dan Kebencian. (Sur)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.