Tangsel– Isu kebangkitan PKI dan upaya penganiayaan ulama di media sosial (Medos) melalui gambar tanda silang (X) dan tanda panah yang ada di Desa Babat, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang sejak hari Sabtu dan Minggu (17-18/2) langsung direspon jajaran Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Dandim 0501 Tigaraksa dan Camat Legok.

“Sama sekali tidak betul adanya isu kebangkitan PKI dengan kode tanda silang dan tanda panah yang ada di pagar. Sebab tanda itu merupakan tanda yang dibuat pelajar SDN Desa Babad sebagai salah satu kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) yang dilaksankan tanggal 14 dan 15 Februari 2018 lalu,” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fadli Widiyanto didampingi Dandim 0501 Tigaraksa Letkol Inf. Yogi Muhammanto dan Camat Legok, Nurhalim, Senin (19/2)

Jajaran Polres dibantu TNI khususnya Kodim 0501 Tigaraksa telah menelusuri isu tanda panah dan tanda silang tersebut dan ternyata tanda itu merupakan sisa dari kegiatan Persami siswa SDN Babad.

Dandim 0510 Tigaraksa, Letkol inf Yogi Muhammanto, menegaskan pihaknya bersama Polri siap memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh warga.

“Tidak perlu khawatir dan resah kami siap membantu dan ada di belakang masyarakat untuk menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban,” tutur Letkol inf Yogi yang menambahkan bahwa tisu itu hanya isapan jempol belaka.

Sedangkan salah satu guru SDN Babat, Suparman, mengakui dan meminta maaf jika tanda silang dan tanda panah itu merupakan sisa kegiatan Persami murid bikin heboh.

Suparman mengaku tanda itu merupakan penunjuk arah untuk siswa melintasi dan tanda silang agar siswa tidak melewati jalan tersebut.

“Kami meminta maaf jika tanda itu masih ada dan membuat gempar serta resah warga maupun ulama di Desa Babat,” tutur Suparman.(sur)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.