Setu – Giat Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai Program Keluarga Harapan Dan Bantuan Pangan Non Tunai oleh Mentri Sosial RI, H. M. Idrus Marham di Gedung Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, Rabu (21/2-2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Sosial, H. M. Idrus Marham, Wakil Walikota Tangsel Drs. Benyamin Davnie, Komisi VIII DPR RI, M. Ali Taher, Plt. Kadis. Sosial Kota Tangsel Tedi Meyadi, Pimpinan Bank BNI Doni Gumilang, Kadis. Sosial Provinsi Banten Nurhana, Plt. Irjend. Kemensos, Pepen, Para Pejabat SKPD Kota Tangerang Selatan, Para Camat Se-Tangerang Selatan, Para Lurah Se-Tangerang Selatan dan Para perwakilan Ibu ibu PKK Kota Tangerang Selatan.

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tangsel, Drs. H. Benyamin Davnie, mengatakan permohonan maaf bahwa ibu walikota tidak dapat hadir karena ada kepentingan maka pada kesempatan selaku wakil walikota mewakilinya.

“Saya mengajak tidak henti hentinya untuk berdoa kepada Allah swt, saya ucapkan selamat datang kepada bapak mentri dalam Rangka penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan, program penyaluran bantuan ini diharapkan dapat memberikan bantuan kepada warga tangsel,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan yang seseuai dengan keinginan rakyat dan dapat di pergunakan dengan sebaik baiknya, oleh karena itu dengan pemberian bantuan tahap pertama ini dapat lebih optimal dan dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat Tangsel ini.

“Semoga semua dapat termotivasi dengan adanya acara ini, dan kedepannya menjadi lebih baik lagi, semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan kepada kita semua, amin,” ujarnya.

Sedangkan Komisi VIII DPR RI, M. Ali Taher, menyampaikan bahwa komisi VIII ingin lebih dekat lagi dengan bapak menteri, untuk itu dari komisi VIII mendorong terus agar kegiatan ini bisa berjalan dengan baik.

“Makanya jadi pemimpin jangan banyak korupsinya supaya berkah hasilnya, sekali lagi kita berterima kasih kepada bapak menteri semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah swt, amin,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Menteri Sosial RI, H. M. Idrus Marham, dalam arahannya mengatakan kalau menteri sosial harus turun berarti jangan di podium, kalau bicara di podium berarti jaga jarak dengan rakyat, pemimpin yang baik itu pimpinan yang dekat dengan rakyat tetapi bukan hanya dekat saja akan tetapi kedekatan yang bisa memberikan manfaat kepada rakyat.

“Ketua komisi VIII ini mengerti kenapa kami harus hadir karena pak Ali Taher cinta kepada masyarakat Tangsel, karena itu saya sebagai menteri diperintahkan oleh pak presiden agar lebih dekat dengan rakyat, karena itu semua harus turun langsung dan cek ke bawah apakah bantuan bantuan itu sudah sampai apa belum kepada masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa komisi VIII dan menteri sosial di bulan Februari ini pemberian bantuan sosial harus benar-benar sudah diterima oleh rakyat.

Dalam pesan presiden kepada menteri sosial, sekarang ini aturan yang ada itu adalah 10 kg dulu 15 kg akan tetapi tidak ada bayaran kalau itu ada bayaran laporkan kepada walikota atau wakil walikota.

Menurutnya pastikan bahwa seluruh bantuan sampai kepada rakyat, jadi Komisi VIII harus bermanfaat kepada masyarakat Tangsel begitupun sebaliknya, apakah daftar yang sudah ada sudah di teliti kembali apakah ada masyarakat yang belum tersentuh, kalau masih ada masyarakat Tangsel yang masih tarap hidupnya masih di bawah standar maka harus kita bantu.

“Pastikan masyarakat semuanya tidak ada lagi yang kena masalah tidak diurusi oleh pemerintah, selanjutnya cek anak-anak kita yang berprestasi dan berikan bantuan dan bea siswa kepada anak anak kita yang pintar tersebut,” ujar Mensos.

Di beberapa daerah juga masih ada kendala komunikasi yang mungkin sinyalnya jelek makanya kita bekerjasama dengan kominfo, kementrian sosial protapnya sudah jelas yaitu melayani masyarakat Indonesia sepenuhnya.

Lanjutnya, perintah presiden adalah agar anak anak kita semua nya sehat dan pintar karena moto kita adalah Indonesia Sehat dan Indonesia Pintar, jadi kalau kita menjadi menteri juga karena panggilan karena Allah dan ikhlas karena Allah. SWT.

Akhir sambutan Mensos berpesan, ikuti ketentuan ketentuan Allah kalau tidak mengikuti aturan Allah. SWT ya bisa ditangkap KPK dan syarat selanjutnya adalah mencari ridho Allah. SWT.

“Saya bekerja atas perintah presiden dan bukan atas perintah yang lain,” pungkasnya. (Tri/IsOne).

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.