Bogor – Berkembangannya kebutuhan informasi, menjadi kebutuhan pokok setiap individu manusia dalam menjangkau hak asasinya (human rights), terutama bagi setiap warga negara khususnya Negara Indonesia. Demikian kebutuhan dan hak informasi dalam bernegara telah diatur dalam konstitusi bernegara yakni Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Hak perolehan informasi itu sesuai Pasal 28F Undang-Undang 1945 yang menyatakan, setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

Informasi sebagai dasar kebutuhan berbangsa dan bernegara tak luput dari peran kemerdekaan pers. Seperti tertuang dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang 1945 harus dijamin.

Kemudahan memperoleh informasi juga merupakan cermin berjalannya demokrasi disuatu negara. Ditambah kemerdekaan pers merupakan bagian dari pilar penjaga negara demokrasi. Seperti yang dikutip oleh Prof Dr. Mahfud MD dalam sosialisasi peningkatan pemahaman hak konstitusional warga negara di Cisarua-Bogor, 26 Februari 2018 – 1 Maret 2018, ‘Pers bagian dari 4 pilar negara setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif’.

Sebagai pilar kebangsaan dalam negara demokrasi, menurut Prof Mafmud MD, pers menjadi satu-satunya institusi yang dapat dipercaya kredibilitas independensinya, karena keberadaan eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam bingkai pilar demokrasi sudah tidak bisa diharapkan lagi sehingga masyarakat pun mulai resah dengan sikap dan gaya hidup politisi yang duduk dilembaga tersebut.

Oleh karena itu, media pers hadir ditengah lunturnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang cendrung pragmatis. Kehadiran media pers ditengah masyarakat membawah misi pencerahan bagi rakyat. Ditengah hiruk pikuknya korupsi di negeri ini. Maka itu, pers sebagai institusi yang independen dapat disebut pilar yang paling sehat diantara pilar lainnya.

Selain itu peran pers juga sebagai pengawasan (agent of control) dari penyelenggara negara yang mana perolehan informasi dalam pengawasannya secara kredibel dan faktual dapat disampaikan dan dikonsumsi oleh masyarakat luas baik saat proses perolehan maupun hasilnya.Dengan demikian hak warga negara pun dapat terwujud.

Selain pengawasan dan penyambung informasi antara penyelenggara negara dan masyarakat, dalam pilar bernegara pers juga harus dapat memberikan penyadaraan kepada masyarakat dengan informasi yang bersifat konstruktif dan edukatif kepada masyarakat luas. Karena pers juga memiliki tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Hal ini sesuai tercantum dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999.

Meski kemerdekaan pers telah diatur dalam perangkat Undang-Undang 1945 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, tentunya fungsi pers harus digunakan secara profesional untuk kepentingan publik bukan untuk kepentingan individu ataupun kepentingan kelompok tertentu. Pasalnya, bila kemerdekaan pers sudah memihak pada kepentingan diluar publik, tentunya masyarakat yang akan dirugikan. Karena keberadaan pers pada dasarnya menjaga kedaulatan rakyat (demokrasi).

Perlu diketahui, peran dan fungsi pers sesuai dengan Undang-Undang Pers adalah sebagai berikut:
a. Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui.
b. Menegakan nilai nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan.
c. Mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar.
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Salam Literasi.

Nama.     : Jumaedi Achmad A/No. Peserta : 138

Bendahara PWI Kota Tangsel.

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.