Tangsel – Berawal dari sebuah kegelisahan seorang peneliti, Prof. Agus Pakpahan, dan seorang pengusaha, Pak Alex, yang melihat perkembangan anak-anak Indonesia yang umumnya kekurangan protein sehingga perkembangan tubuhnya tidak sebagus anak-anak dari negara yang cukup proteinnya seperti Jepang.
Contohnya seperti postur tubuh, saat ini rata-rata tinggi orang Jepang,  sekitar 178 cm, yang paling tinggi adalah orang Belanda, sedangkan orang Indonesia umumnya di bawah 170 cm.
Nah, salah satu hewan yang memiliki kandungan protein tinggi adalah ulat dari lalat hitam yang mendapat makanan dari sampah organik.
Ulat ini bisa dikonsumsi langsung oleh manusia (seperti orang Papua yang mengkonsumsi ulat sagu), tapi jika merasa jijik, bisa dijadikan pakan ternak. Ternak, baik itu ayam, bebek maupun ikan dan lain-lain, begitu makan ulat ini, perkembangan nya sangat baik sekali.
Contoh telur ayam, beratnya lebih besar dari biasanya. Pernah juga diberikan untuk kambing, ternyata anak kambingnya lebih banyak dari biasanya sehingga induk kambing kewalahan untuk memberikan susunya.
Lalat Hitam ini salah satu jenis lalat yang unik sekali karena tidak memiliki mulut dan siklus hidupnya pendek.
Jadi, tidak makan dan minum seperti lalat biasa serta tidak menyebarkan penyakit berbahaya.
Setelah lalat jantan membuahi lalat betina, lalat jantan tersebut mati, dan lalat betina mati setelah bertelur.
Pasukan Lalat Hitam yang disebut The Black Soldiers inilah yang sudah disiapkan di TPA Cipeucang Kota Tangsel untuk menjadikan sampah organik menjadi berkah sebagai salah satu sumber protein yang sangat tinggi dan bisa mendukung ketahanan pangan Kota Tangsel. (Djai)
Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.