SERPONG – SMK dan SMA di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sudah menjadi kewenangan Provinsi Banten saat ini.

Akan tetapi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan (Tangsel) terus menjalin komunikasi yang baik untuk menjaga pendidikan di Kota dari hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini.

Seperti halnya, berkomunikasi terkait hari terakhir pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi SMK. Sudah menjadi tradisi setiap hari terakhir pelaksanaan UNBK siswa akan melakukan corat coret.

Baca Juga :  Peningkatan Peluang Usaha Menuju Tangsel Kota Kreatif

Karena itu kan kewenangan Provinsi Banten, kami hanya beri masukan agar anak-anak di hari terakhir UNBK tetap tertib, tidak adanya konvoi maupun corat coret pakaian atau di tempat umum,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangsel, Taryono.

Tak hanya itu, dirinya pun sudah menyampaikan kepada setiap Kepala SMK yang ada di Tangsel agar menjaga anak-anaknya setelah UNBK berakhir.

Baca Juga :  Polres Tanggamus Terima Dana Hibah Dari Kabupaten Pringsewu

Dengan begitu, tradisi corat coret, konvoi maupun lainnya akan hilang. Alangkah lebih baik, pakaian atau seragam yang mereka kenakan disumbangkan kepada anak-anak yang membutuhkan.

Tradisi negatif yang biasa dilaksanakan bisa dirubah ke hal yang lebih positif. Dengan begitu siswa akan memiliki karakter yang baik. (humas-kominfo)

Facebook Comments

Redaksi

BidikTangsel.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.