Sosok: Memperingati HARI IBU

Sosok: Memperingati HARI IBU

Oleh : NAQOY – Nanang Qosim Yusuf

Sosok – Ketika menulis catatan ini, saya sedang mempersiapkan talkshow di Upradio Semarang, program rutin setiap jumat jam 10.00-11.00 siang, tema saya di radio juga membahas tentang “HARI IBU”.

Hampir setiap minggu saya bertemu orang-orang sukses baik dalam bisnis, karir politik, pendidkan, agama dan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semakin saya mendalami rahasia sukses mereka justru semakin jelas bahwa mereka adalah orang-orang biasa, sama dengan kita semua, namun mereka semua memiliki orang tua (ibu) yang luar biasa.

Bagaimana tidak?, karakter ibu dalam buku One Minute Awareness dijelaskan selalu hanya satu alasan untuk anak-anaknya yaitu tidak ada alasan.

Mari kita bertafakkur di hari jumat ini sejenak, waktu kita kecil siapa orang yang sabar menunggu kita untuk mandi, sementara kita masih main telanjang dada di halaman rumah sang ibu berkata ‘mandi nak, mandi”, kitapun mengulurnya terus, namun kesabaranya tidak ada batasnya, justru tersenyum, lalu sang ibu mengambil boneka atau mainan dari rumah, lalu ditunjukan kepada anaknya “mandi nak, ada mainan bagus”, sang anakpun lari dan akhirnya mandi.

Sementara ketika ibu kita sekarang menjadi tua, apakah kita ada waktu merawatnya,bahkan seringkali dalam hatinya meminta maaf karena sering menyusahkan anak-anaknya termasuk mengotorinya dengan mengompol di ranjangnya.

Apa kita masih ingat ketika kita masih kecil dan meminta balon, awalnya ibu melarang namun kita terus merengek dan menangis lalu akhirnya ibupun memberikan balonya kepada kita, waktu itu pikiran ini tidak sampai berpikir, apakah uang yang ibu belikan adalah uang untuk belanja atau bukan, yang penting minta dan ingin dituruti, itu saja karakter anak, lalu apakah ibu marah atau kesel justru dia membelai rambut kita dan berkata “ini nak balonya”.

Bagaimana dengan kita anakya, ketika sang ibu memohon sesuatu kepada kita seperti ingin umroh atau pergi bersama, seringkali kita bingung bagaimana menjawabnya.

Waktu kita masih kecil, masih ingatkah ketika kita membawa mainan di hadapanya, apakah dia bosan berjam-jam bersama kita bermain, justru dirinya semakin antusias.

Lihat kita anaknya hari ini, kesibukan kita dan kesuksesan kita membuat kita bahkan sering lupa untuk bicara denganya di rumah, bahkan ketika ibu menghubungi kita, tidak langsung membalas teleponnya karena sibuk urusan kantor dan bisnis.

Dalam doanya setiap malam ibu selalu menyelipkan nama kita di dalamnya untuk dimohonkan kepada Allah, lihat bagaimana anak-anaknya hari ini, semoga setiap hari dalam doa kita selalu menyelipkan untuknya agar senantiasa sehat dan bahagia.

Selamat hari ibu, semoga kita semua bisa belajar dari ibu untuk sukses diatas rata-rata yaitu berhenti mengeluh dan terus bahagia setiap waktu dengan menyebarkan kebaikan.

Redaksi