Tangsel Club Gelar Dialog Refleksi Akhir Tahun Kota Tangsel

Serpong – Komunitas WAG Tangsel Club (TC) menyelenggarakan Dialog Refleksi Akhir Tahun dengan tema Tangsel C-MORE, di Rimbun Konservasi, Jalan H. Jamat Kelurahan Buaran Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (27/12-2017).

Hadir dalam acara tersebut dan menjadi pembicara yakni Budayawan Uten Sutendy, Asda. 3 Pemkot. Tangsel, Teddy Maeyadi, Anggota DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu dan sebagai moderator Desman Ariando.

Uten Sutendi yang juga selaku President TC dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai media silahturahmi anggota komunitas WAG Tangsel Club menjelang akhir tahun 2017.

“Saya menghargai kegiatan yang dilaksanakan oleh kawan-kawan panitia ,” kata Uten Sutendy saat memberikan sambutan dan pembukaan.

Menurutnya, ia sangat beruntung sekali hidup di Kota Tangsel dan bisa berada ditengah-tengah warga Tangsel Club (TC).

“Di TC kita banyak belajar segala hal yang terkait dengan Kota Tangsel. Indonesia dan tgg kehidupan. Tetapi yang paling penting di TC itu kita belajar menata pikiran, menata hati. Itu yang paling mahal harganya, sehingga kita bisa menahan amarah, bisa terhindar dari ketersinggungan, dan belajar memilih kata dan kalimat yang ditulis oleh jari-jari kita ini,” tuturnya.

President TC ini juga menjelaskan sesuatu yang sulit dilaksanakan oleh banyak orang, tetapi kita bisa melakukannya, sehingga kita menjadi komunitas yang bisa mengakumulasi perbedaan pemikiran dan mencoba membangun suatu tradisi berpikir bergagasan yang kritis dan berkarakter.

“Kita memiliki tujuan, apa tujuan kita adalah membangun dan mengisi rumah kita Kota Tangsel bersama-sama dengan cinta,” ungkapnya.

Yang paling menarik dalam diskusi akhir tahun kinerja pemkot Tangsel tersebut adalah tentang pengelolaan pasar yang disampaikan oleh Aggota DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu di akhir acara.

Diketahui, problem Kebijakan Pengelolaan Pasar sebelum pasar-pasar diserah terimakan, Walikota Tangerang Selatan menyatakan akan menyerahkan pengelolaannya kepada BUMD – PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS).

Direksi PT PITS juga sudah mewacanakan pembentukan anak perusahaan yaitu PT Pasar Tangsel. Wacana ini menghilang seiring terjadinya serah terima, dan kemudian pasar-pasar dikelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemkot Tangerang Selatan.

Menurut Iwan Rahayu dalam diskusi tersebut mengatakan Disperindag. dalam pengelolaannya memakai dana APBD, malah mengalami penurunan.

Sebaiknya kerjasamakan saja dengan pihak ketiga, pasar itu gak usah pusing-pusing, bataskan pakai tali rafia dijadikan tempat parkir, untuk buang sampah sediakan tempat lalu buang sampah disitu, kemudian pungut kesetiap pedagang, panggil truk angkut sampah, selesaikan,

“Pakai APBD Tangsel kok jadi rugi, jadi aneh,” ujar Iwan.

“Ada 6 pasar yang diserahkan Kabupaten Tangerang, Tangsel Club diminta untuk mengelolanya, kita buktikan mampukah TC mengelola sebuah pasar dengan kondisi ini,” pungkasnya.

Seperti yang dilangsir dari beberapa media, problem kebijakan berikutnya adalah terkait dengan penarikan Retribusi Pasar. Kepala UPT Pasar diberitakan menaikkan retribusi dari Rp1.500,00 menjadi Rp3.000,00 per hari.

Berdasarkan pada Peraturan Daerah nomor 9 tahun 2014 tentang Retribusi Daerah. Lebih detail yang menunjuk pasal tentang Retribusi Pemakaian Asset Daerah dalam golongan Retribusi Jasa Usaha.

Target pendapatannya dicantumkan dalam APBD pos Pendapatan Asli Daerah, rumpun Retribusi Daerah dengan judul Retribusi Pasar. (*)

497 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Berita ini tayang pada 28 Desember 2017 8:55 am

Update Berita BidikTangsel