300 M SALURAN AIR TERTUTUP BANGUNAN LIAR

Tangerang | – Saluran air kali Apur penghubung di Jalan Halim Perdana Kusuma Kecamatan Batu ceper Kota Tangerang sepanjang sekitar 300 meter /lebar 5 meter / kedalaman 3 meter, masih tertutup bangunan-bangunan liar.

Penutupan saluran itu menyebabkan pendangkalan, menyulitkan pengerukan, dan sering memicu terjadinya banjir.

Warga RW 05 dan RW 02, Kelurahan Batu Ceper, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang, mengeluhkan ratusan bangunan liar yang berdiri di atas bantaran Kali Apur.

Berdirinya bangunan liar itu dinilai meresahkan dan menganggu ketentraman warga dan juga menimbulkan bencana banjir ketika musim hujan. Sebab, terhitung sejak tahun 2005, kali tersebut sudah tidak dapat berfungsi karena ditutup maraknya tiang pancang bangunan liar.

Jumadi (55), warga setempat mengatakan, saat ini warga tengah dilanda kekhawatiran yang sangat besar, mengingat musim hujan akan turun. Akibat hujan beberapa waktu lalu, hampir sebagian rumah warga tergenang air.

Pantauan wartawan, keberadaan Kali Apur, selebar lima meter melintas dari Kelurahan Batu Ceper, Kecamatan Batu Ceper hingga masuk wilayah Kelurahan Kebon besar dan bermuara di Sungai Mukerfat.

Namun, memasuki wilayah RW 05, Kelurahan Batu Ceper, sepanjang lebih dari 300 meter, kali tersebut tidak lagi berfungsi, karena tertutup ratusan bangunan liar semi permanen dan permanen.

Akibatnya, hujan deras sebentar saja, wilayah tersebut tergenang air setinggi minimal 20 sentimeter.

“Awal mula bangunan yang ada di kali tersebut gubuk umum. Selanjutnya, karena kali terus menyempit oleh sampah, terus diuruk dan secara perlahan berdiri ratusan bangunan liar saat ini total menutup kali tersebut,” ujar Jumadi.

“Jadinya, setiap musim hujan wilayah kami dan sebagian wilayah terendam air lebih dari satu meter. Untuk itu kami meminta agar keberadaan Kali Apur dinormalisasi dengan menertibkan bangunan liar yang menutup kali tersebut,” tegas Jumadi.

Sementara ada beberapa orang yang sedang mengerjakan pengerukan secara tradisional, pekerja tersebut merasa tidak berdaya dengan adanya bangunan yang menutup air sungai.

“Kami tidak bisa mengeruk sampah yang menutup saluran air, karena di tengah sungai banyak tiang pancang menutup kali,” ujar udin yang sedang bekerja.

Menurut Kasi Ekonomi dan Pembangunan Kecamatan Batu Ceper Saipul, saat wartawan menghubungi. Atas dasar laporan dari beberapa warga, Pihaknya sudah menghubungi pada instansi yang terkait / DPUPR bagian pengairan, namun sampai saat ini belum ada respon. Janjinya (bagian pengairan) akan menormalisasikan.

Sementara Camat Batu Ceper Kota Tangerang, H. Nur Hidayatullah saat di temui di kantornya mengatakan. ”Kami sedang berusaha mengembalikan saluran air penghubung ke fungsi semula. Jika saluran air kali penghubung tidak diperbaiki, berbagai kawasan di Kelurahan atau Kecamatan Batu Ceper akan selalu tergenang saat hujan deras,” kata Camat H. Nur Hidayatullah, Senin (17/9/2018).

Dia juga mengakui, keberadaan bangunan liar hingga menutup Kali Apur, berdampak pada banjir di wilayah tersebut dan sekitarnya. Untuk itulah, adanya usulan dari warga agar unit terkait segera menertibkan seluruh bangunan liar tersebut, sehingga air dari Kali Apur dapat mengalir lancar ke Kali Mukerfat.

Dengan demikian, kawasan yang sering tergenang akan bebas banjir di tahun-tahun mendatang.

Penertiban bangunan liar dan pengerukan saluran air diperlukan. Tanpa pengerukan saluran air penghubung sungai Mukerfat tidak akan efektif mengurangi banjir.

”Adanya usaha agar pihak pengairan dapat meresponnya, usulan warga dan penertiban bangunan di atas saluran kali Apur sehingga dapat diteruskan ke sungai Mukerfat, bersamaan dengan pengerukan sungai. Tentu dapat berkurang drastis setelah semua pengerukan itu selesai,” papar Camat H. Nur Hidayatullah.

Penulis : EDWARD. AN.

585 Di Lihat 5 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel