Aplikasi Pemkot Tangerang Kembali Diadopsi oleh Daerah Lain

Kota Tangerang – Dua daerah yakni Kabupaten Luwu Timur dan Bangka Selatan mengadopsi aplikasi smart city yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Tangerang.
Hal ini seiring dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara Bupati Luwu Timur H. Muh. Thorig Husler dan kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan KUKM Pemkab Bangka Selatan Basu Priatna dengan pemkot Tangerang yang diwakili oleh Kadis Kominfo Tabrani dan disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah kota Tangerang Dadi Budaerj di gedung Pusat Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang tepatnya di ruangan Tangerang LIVE Room (TLR), Senin (7/5).
Dalam sambutannya Dadi memaparkan perjalanan pengembangan smart city di kota Tangerang termasuk berbagai kendala yang dihadapi.
“Untuk terus menjaga konten dalam sebuah aplikasi supaya terus up to date, bukanlah suatu hal yang sepele. Kita harus kreatif dan peka terhadap perkembangan dan kebutuhan masyarakat saat ini,” papar Dadi
“Agar tidak merasa ketergantungan kepada pihak lain, ada baiknya aplikasi dibangun oleh tenaga yang dimiliki dari Pemkot, bukan menggunakan pihak ke 3, agar kita leluasa dalam setiap langkah untuk mengembangkan, membaginya dengan kota atau kabupaten yang lain,” sambungnya.
Selain itu, Dadi juga berharap kedepannya Pemkot bisa menerapkan sistem papper less pada setiap kegiatan dengan bantuan aplikasi-aplikasi di Kota yang sudah langganan mendapatkan Piala Adipura Kencana ini.
“Dengan papper less kita juga bisa lebih melestarikan lingkungan kita untuk terus dinikmati oleh anak cucu kita kelak” tutup Dadi.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur H. Muh. Thorig menyampaikan apresiasi nya kepada kota Tangerang yang telah berhasil mengembangkan berbagai aplikasi yang telah banyak diadopsi oleh pemerinah daerah sehingga tidak meng-herankan bila KPK dan Kemendagri merekomendasikan kota Tangerang sebagai rujukan pengembangan Smart City di Indonesia.
“Saya mendapatkan rekomendasi dari KPK dan Kemendagri untuk belajar di Kota yang sudah memiliki banyak aplikasi ini dan sudah banyak diadopsi oleh kurang lebih 40 kota atau kabupaten di Indonesia,” tutur beliau saat ditemui setelah santap siang dengan menu makanan khas Tangerang, Laksa.
Adapun aplikasi yang diadopsi oleh Pemkab Luwu Timur antara lain Aplikasi eOffice (web dan android), Aplikasi SIAP (web), Aplikasi LAKSA (web), Aplikasi Tangerang LIVE (android), Aplikasi Open Data (webservice); Aplikasi Portal e-Gov (android), Aplikasi SI SAHAB (web), Aplikasi SEGAR (web), Aplikasi Sistem Antrian (web), Aplikasi e-Audit (web), Aplikasi Portal Perijinan Online (web), Aplikasi SISTAD, Aplikasi PELANA (android), Aplikasi SIGAP (web), Aplikasi SIMPATI RS (web) dan Aplikasi WebGIS (web).
Lain halnya dengan Kadisnaker Bangka Selatan, Priatna ia memilih mengadopsi aplikasi Siap Kerja yang kelak akan sangat bermanfaat dan memudahkan bagi pihak perusahaan dan masyarakat untuk mengetahui info terbaru tentang ketersediaan lowongan pekerjaan.
“Saya berharap Pemkot Tangerang bersedia mengawal, mengkoreksi pembentukan aplikasi siap kerja dari awal hingga dapat di gunakan oleh masyarakat,” terangnya.
Sebagai informasi sampai saat ini sudah ada 26 kota/kabupaten dan provinsi yang telah bekerjasama dengan pemkot Tangerang. (Hms)
1398 Di Lihat 3 Dibaca
Bantu Share :