Ketua Umum IKAL Pusat Lantik pengurus IKAL Komisariat Prov. Banten

Ciputat – Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Ikatan Alumni Lemhanas RI Komisariat Provinsi Banten Masa Bakti 2018-2023, dengan tema “Menuju Ketahanan Nasional Provinsi Banten”, berlangsung di Balaikota Tangerang Selatan (Tangsel) Ruang Blandongan Lt. IV Jl. Maruga, Kel. Serua Kec. Ciputat Kota Tangsel.

Acara yang di ikuti peserta sekitar 200 orang yang juga dihadiri Ketua Umum IKAL Jend. TNI (Purn.) Agum Gumelar, Walikota Tangsel Hj. Airin Rachmi Diany, Wakil Walikota Tangsel H. Benyamin Davnie, Ketua IKAL Provinsi Banten Mayjen TNI Ahmad Yuliarto dan Dandim 0506/ Tangerang, Letkol Inf. Muhammad Imam Gogor AA .

Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tangsel, H. Benyamin Davnie selaku panitia pelaksana acara mengatakan bahwa kegiatan pelantikan dan pengukuhan telah diatur dalam AD/ART IKAL.

“Provinsi Banten merupakan  prov ke 11 yang sudah melaksanakan pelantikan dari 34 provinsi yang ada, dan merupakan penghargaan bagi Tangsel menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan ini,” katanya.

Sedangkan Walikota Tangsel, Hj. Airin Rachmi Diany menyampaikan ucapan terimakasih atas kepercayaan untuk menjadikan Tangsel sebagai tuan rumah pelantikan dan pengukuhan pengurus IKAL Komisariat Prov. Banten Periode 2018-2023.

Menurutnya kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan promosi Kota Tangsel, sebagai kota termuda di Banten. Tangsel memiliki luas wilayah sekitar 147,2 M2 dengan jumlah penduduk 1,5 juta orang.

“Semoga pengurus IKAL Provinsi Banten bisa memberikan kontribusi buat alumni Lemhamas dan masyarakat Banten, persaudaraan dan persahabatan tidak mengenal jabatan apapun, kita adalah sama alumni Lemhanas, pengurus yang terpilih semoga dapat menjalankan amanah,” ujarnya.

Setelah itu, Ketua IKAL Provinsi Banten, Mayjen TNI Ahmad Yuliarto dalam sambutannya, mengatakan bahwa mendapatkan kepercayaan untuk menjadi sebagai ketua IKAL provinsi Banten yang terkenal sebagai provinsi yang agamis.

Menurutnya mayoritas pengurus IKAL Prov. Banten, berasal dari Tangsel, dan merupakan sinergitas antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi dan tokoh masyarakat akan memperkuat IKAL kedepannya.

“Akan menjawab tantangan masa depan, dan untuk semua pengurus mari bersinergi dalam menjalankan amanah,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum IKAL Pusat, Jend. TNI (Purn.) Agum Gumelar dalam sambutannya mengatakan kita hadir dalam menyaksikan pelantikan pengurus IKAL Banten, kepada pengurus yang terpilih, terimalah sebagai suatu kepercayaan dan penghormatan, maka tekad kan dalam diri masing-masing, dan tidak akan mengecewa kan kepercayaan dan penghormatan yang diberikan.

Menurutnya, IKAL merupakan kumpulan para pemikir-pemikir handal, ciri IKAL yaitu Berwatak peduli, peduli terhadap kondisi bangsa, sebagai suatu kekuatan moral, sehingga dapat mencurahkan pemikiran.

Wawasan kebangsaan, negarawan baik akademis, partai, pengusaha, dan LSM, ketika berkumpul maka kepentingan dengan wawasan negarawan, kepentingan bangsa dan negara harus diangkat lebih tinggi dari pada kepentingan pribadi dan golongan.

Dalam melaksanakan fungsi dan tugas IKAL, ada beberapa keyakinan yang dipedomani, oleh seluruh keluarga IKAL yakin bahwa mayoritas bangsa Indonesia ini tetap utuh dalan wadah NKRI.

“Ada kelompok kecil yang ingin bagsa ini pecah dan bubar, mereka licik dan pandai memanfaatkan situasi ruang sedang berkembang yang syarat kerawanan untuk menimbulkan kebencian terhadap pemerintah dan perpecahan,” tuturnya.

Lanjutnya, tidak ada dalam cerita kekuatan mayoritas kalah oleh kekuatan minoritas. Situasinya sekarang ini sangat rawan dan sensitif, spirit reformasi 1998 pernah menghasilakan sesuatu yang posiitif dalam perkembangan bangsa ini, dan menghasilkan residu dan dampak negatif, sehingga muncul dimasyarakat apa yang dilakukan benar atas nama reformasi.

“Situasi tambah rawan lagi, dimana Indonesia mengalami kebebasan yang sangat luar biasa, berani menghujat presiden tanpa adanya resiko, dan hal ini pada jaman dahulu tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Kebebasan jangan dibiarkan agar tidak menjadi ancaman bagi bangsa ini, mari kita meneg dan dibutuhkan kedewasaan dalam rangka mengendalikan dan memeneg kebebasan. Kebebasan bukan berarti bebas tanpan kendali. Kita adalah bangsa yang besar yanh mengenali bangsnya dan menghormati jasa para pahlawannya.

Bangsa yang beragam etnik, suku bangsa, maka kondisi geografis maupun demografi para pejuang bangsa sepakat untuk membangun NKRI dan disepakati bahwa Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. Jangan kemudian meminta NKRI dan Pancasila diganti.

Menjadi kekuatan moral yang lebih mendewasakan, tingkat pemikiran bangsa yang lebih, dalam menghadapi pesta demokrasi, memohon kepada organisasi IKAL baik pusat maupun provinsi, sebagai lembaga harus bersikap netral, tidak boleh membawa atribut ikal untuk berpolitik. Sebagai anggota individu punya hak dipilih dan memilih dan memberikan kebebasan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Perbedaan memilih ini sifatnya sementara, dan akan berakhir ketika pilkada dan pilpres berakhir, ketika terpilih pasangan calon maka hormati sebagai suatu kedewasaan dan harus ditularkan kepada masyarakat. Pasangan yang lain jangan dianggap musuh dengan menghalalkan segala cara.

Agum Gumelar juga berpesan kepada masyarakat jauhi dan cegah suatu kampanye yang mengandung sara, ini tidak mendidik dan tidak mendewasakan rakyat. “Kita semua manusia beragama, tapi dalam kehidupan beragama pancasila adalah dasar negara kita. Semua agama mengajar kan mendidik menjadi manusia bermoral tinggi, berakhlak dan bermoral tinggi,” pesannya.

Generasi muda masa depan milik kalian semua, jaga persatuan dan kesatuan, untuk unsur TNI dan Polri mengingatkan bahwa soliditas TNI dan Polri adalah jaminan tetap utuhnya NKRI, ciptakan kesatuan dan persatuan serta unsur-unsurnya. Ciptakan kebersamaan dan soliditas sebesar apapun ancaman terhadap NKRI.

Beliau juga berharap, ditingkat daerah seluruh anggota IKAL pegang teguh pedoman keyakinan ini, dan tugas pengurus adalah memberikan saran dan masukan dengan cara yang penuh etika bukan dengan cara mencaci maki dan turun kejalan.

“Jadilah partner yang baik, berpikir dan berbuat yang terbaik, hari ini harus lebih baik dari kemarin,” ungkapnya. (***)

734 Di Lihat 3 Dibaca
Bantu Share :