KPP Pratama Pondok Aren Gelar Seminar Kewirausahawan Perencanaan Keuangan UMKM

Pondok Aren – Komunitas UMKM Sahabat Pajak (USP) KPP. Pratama Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan Seminar Kewirausahawan Perencanaan Keuangan Untuk UMKM dan Tip Jitu Mendapatkan Omzet Dari Instansi Pemerintah serta Sosialisasi PP 23 Tahun 2018 di Gedung G STAN Pondok Aren, Rabu (19/9-2018).

Acara yang diikuti oleh para Komunitas UKM dan USP sekitar 250 peserta yang juga dihadiri Kepala KPP Pratama Pondok Aren, Sunarko, Ketua USP, Sodiqin, Kepala Jurusan Perpajakan PKN STAN, Fadil Usman, Kepala Kanwil DJP Banten, Catur Rini Widosari.

Sedangkan Pemateri, Syafardamsyah dari PT Jakarta Strategic Consulting, Yuli selaku Owner PT Amanda (pelaku ukm), Khotib Ramadhan selaku Account Representative KPP Pondok Aren.

Dalam sambutannya, Kepala KPP. Pratama Pondok Aren, Sunarko mengatakan bahwa dengan adanya seminar kewirausahawan dan perencanaan keuangan akan membuat para UKM lebih taat dan patuh dalam membayar pajak.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membuat kemajuan dan menjadi umkm yang berkembang dan menjadi umkm yang baik,” katanya saat ditemui awak media.

Menurutnya, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku usaha. Sehingga dapat menata diri agar bisa meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan kapasitas untuk menjalankan usaha secara lebih optimal.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa selama ini Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah memberikan kontribusi walaupun kecil tapi kedepannya cukup besar pada pendapatan negara,” ungkapnya.

Penyelenggara Seminar Kewirausahaan ini diharapkan mampu menyadarkan para pelaku UMKM untuk  mampu menyusun laporan keuangan sesuai standarisasi yang berlaku guna menaikkan kontribusi UMKM terhadap pendapatan negara.

Sementata itu, penyelenggara Shodiqin mengatakan tujuan penyelenggaraan Seminar ini untuk memberikan kemudahan bagi teman-teman UKM agar usahanya semakin berkembang.

“Dengan pembukuan versi Android yang namanya pembukuan UKM dapat membantu dan mempermudah dalam pengelolaan keuangan,” jelasnya.

Kelemahan pelaku UKM dari aspek keuangan adalah tidak ada pencatatan aktivitas, hanya mengandalkan ingatan serta pengelolaan keuangan, kebayakan disatukan dengan keuangan keluarga.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Kelembagaan & Pengembangan UMKM KADIN Kota Tangerang Selatan, Djaini Bin Mursin mengatakan bahwa kegiatan ini sangat baik dan di butuhkan oleh banyak pelaku UMKM di Kota Tangsel terlebih dengan adanya pengenaan Pph final 0,5 % bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, jenis pajak ada 2 jika di lihat dari lembaga pemungutannya. Pajak Pusat yang di lakukan oleh Dirjen Pajak – Kementrian Keuangan dan Pajak Daerah yang di lakukan oleh Pemerintah Daerah Kota / Kabupaten setempat.

“Akhir-akhir ini pelaku UMKM di datangi petugas dari pemungut pajak namun kurang sosialisasi. Yang perlu di lakukan oleh Pemkot Tangsel adalah sosialisasi yang lebih mendalam terhadap pelaku UMKM khususnya skala mikro kecil,” ujar Djaini Bin Mursin yang akrab di sapa Bang Djai.

Dengan penyuluhan dan pendampingan perihal perpajakan UMKM ini bagi pelaku UMKM semakin memahami dan berperan dalam menggerakkan roda ekonomi untuk memperkuat ekonomi formal dan memperluas kesempatan untuk memperoleh akses terhadap dukungan finansial.

Bang Djai berharap dapat memberikan waktu bagi pelaku UMKM untuk mempersiapkan diri sebelum wajiib pajak tersebut melaksanakan hak dan kewajiban pajak secara umum sesuai dengan ketentuan UU Pajak Penghasilan. (Isone/Yat).

1460 Di Lihat 1 Dibaca
Bantu Share :

Update Berita BidikTangsel